• LMS-STAIN Jurai Siwo Metro

    Suasana sosiialisasi Learning Management System (LMS) STAIN Jurai Siwo Metro. LMS merupakan Software e-Learning berbasis web yang dimilki oleh STAIN Jurai Siwo Metro. Melalui Software ini memungkinkan seluruh dosen dan mahasiswa mengimplementasikan pembelajaran secara online, baik full online (full learning) maupun kombinasi antara pertemuan di kelas dengan online (blended learning).

  • Rektorat STAIN Jurai Siwo Metro

    Ini adalah gedung rektorat yang baru STAIN Jurai Siwo Metro. Semoga dapat menjadi tempat pelayanan yang nyaman bagi civitas akademika.

  • Prof. Dr. Syarifudin, M.Ag

    Foto bersama pada saat wisuda Pascasarjana (S2). Bagi saya beliau adalah sosok yang luar biasa, motivator dan inspirator bagi dosen dan mahasiswa dalam upaya kemajuan pendidikan, baik proses pembelajaran di kelas maupun secara kelembagaan (institusi). Melalui tangannyalah adanya perubahan STAIN Jurai Siwo Metro yang signifikan baik fasilitas maupun kualitas...

  • Ber-Foto di Universitas Sains Malaysia

    Dibidk saat Field Trip Mahasiswa Pascasarjana Angkatan I, ke tiga negara: Malaysia, Singapura dan Thailand pada Januari 2012.

  • Menara Kembar Petronas Kuala Lumpur

    Menara Kembar Petronas adalah bangunan keempat tertinggi di dunia. Ia terletak di Segi Tiga Emas, Bandaraya Kuala Lumpur dan merupakan mercu tanda utama di situ. Dibidk saat Field Trip Mahasiswa Pascasarjana Angkatan I, ke tiga negara: Malaysia, Singapura dan Thailand pada Januari 2012. (Photographer: M. Ali)

  • Salah Satu Panorama Singapura

    Dari panorama tersebut tergambar Negara yang bersih. Dibidk saat Field Trip Mahasiswa Pascasarjana Angkatan I, ke tiga negara: Malaysia, Singapura dan Thailand pada Januari 2012.

  • Mancing di Sungai Way Kandis Batanghari

    Mancing merupakan salah satu hobby saya. Bagi saya mancing tidak harus selalu dapat ikan banyak, tetapi dengan mancing dapat rilek dan istirahat serta menghilangkan kepenatan setelah lima hari kerja.

  • Variants Ikan Way Kandis Batanghari

    Ini adalah beberapa jenis ikan yang ada di sungai Way Kandis Batanghari yang berhasil dipancing. Lumayan bisa untuk makan sekeluarga satu kali.

Monday, October 04, 2010

Berdasarkan adanya kesamaan dalam pendekatan dan metode antara penelitian agama dan penelitian lainnya (non-agama), bahwa dalam agama terdapat aspek sosiologis (melibatkan kesadaran berkelompok), antropologi (kesadaran pencarain asal-usul agama), psikologis (pemenuhan kebutuhan untuk membentuk kepribadian yang kuat dan ketenangan jiwa) dan ekonomi (bahwa ajaran agama dapat diteliti sejauh mana keterkaitan ajaran etikanya dengan corak pandangan hidup yang memberi dorongan yang kuat untuk memperoleh derajat kesejahteraan hidup yang optimal). Yang semua aspek tersebut dapat diteliti seluas-luasnya oleh setiap peneliti.

Sebagai contoh model penelitian agama, seperti penelitian sejarah Islam, antropologi dan sosiologi agama, pemikiran modern dalam Islam, politik Islam dan lain-lain. Sedangkan penelitian non-agama, seperti penelitian lingkungan masyarakat, ilmu pengetahuan (sains) kesehatan dan lain-lain.

Dengan demikian kedudukan penelitian agama adalah sejajar dengan penelitian-penelitian lainnya (non-agama).

Download Selengkapnya...

Tuesday, October 06, 2009

Smadav: AntiVirus Karya Anak Bangsa...

Posted by Aa Umar on 5:09 AM with 3 comments

Pengebalan flashdisk (menggunakan folder autorun.inf) telah disempurnakan lagi dan sebelumnya akan ada konfirmasi sehingga Anda bisa memutuskan apakah suatu flashdisk ingin dikebalkan atau tidak.
Sebagai informasi, dari sampel-sampel virus yang di-upload pengguna ke situs Smadav.net, penyebaran virus lokal saat ini sudah mulai turun drastis di Indonesia. Mungkin ini dikarenakan sudah banyaknya antivirus lokal yang bisa membasmi virus-virus lokal. Dan juga karena pengguna Windows XP yang sudah berkurang karena sebagian sudah meng-upgrade sistem operasinya menjadi Windows Vista atau Windows 7 yang sangat aman dari infeksi virus khususnya virus lokal. Penyebaran virus di Indonesia lebih banyak didominasi oleh virus dan malware internasional yang tentunya tidak bisa diatasi Smadav. Anda wajib dan sangat disarankan menggunakan antivirus internasional untuk perlindungkan komputer Anda dari virus dan malware internasional ini.
Penambahan database 100 virus baru
Virus (atau lebih tepatnya Malware) yang banyak menyebar di Indonesia saat ini kebanyakan adalah virus buatan luar negeri yang sifatnya masih mirip dengan virus lokal. Virus-virus inilah yang menjadi target-target Smadav versi terbaru ini. Virus lokal sendiri saat ini sudah mulai menurun penyebarannya dan sangat jarang ditemukan. Ini kami simpulkan dari sampel-sampel virus yang di-upload oleh Smadaver di www.smadav.net.
Smadav Virus Scanner Engine (SmadEngine.dll)
Engine lama Smadav yang telah digunakan sejak 2006 tidak digunakan lagi sejak Smadav 2010 Rev. 8.1 ini. Perombakan ulang Virus Scanner Engine inilah yang membuat rilis Smadav tertunda sebulan lebih. Engine terbaru ini benar-benar ditulis ulang dari nol menggunakan bahasa pemrograman C++ dengan menyempurnakan engine sebelumnya yang masih ditulis dengan Visual Basic. Sebagian besar teknik pendeteksian virus yang ada di engine baru ini telah dirubah dan disempurnakan menjadi lebih baik. Penggunaan memori di engine baru lebih stabil dan efisien dibandingkan engine lama, begitu pula kecepatan scanning yang juga menjadi lebih cepat.
Kompatibel di Windows Vista & 7
Pada Rev. 8 dan rev-rev sebelumnya Smadav memang masih belum kompatibel 100% di Windows Vista dan Windows 7. Tapi di Rev. 8.1 ini Smadav baik scanner maupun protector-nya sudah mendukung dan kompatibel 100% untuk digunakan di Windows Vista dan Windows 7.
Berikut ini adalah daftar lengkap penyempurnaan Smadav 2010 Rev. 8.1 :
  • Engine scanner baru (SmadEngine.dll) untuk mendeteksi virus lebih cepat dan akurat.
  • External Database (Smadav.loov) untuk memudahkan update database untuk Revisi berikutnya.
  • Plug-in klik kanan di explorer terbaru (SmadExtc.dll) yang lebih baik.
  • Kompatibel di Windows Vista & 7.
  • Pendeteksian beberapa Virus Internasional yang banyak menyebar di Indonesia (Sality & Alman) sudah lebih cepat dan akurat.
  • Penambahan database lebih dari 100 virus baru beserta varian-variannya
  • Perbaikan false alarm pada beberapa file.
  • Penyempurnaan metode blacklist key ilegal Smadav Pro
  • Perubahan struktur tim Smadav untuk tahun 2010
  • Penambahan menu uninstall di Tray Icon untuk memudahkan proses uninstall
  • Dan banyak penyempurnaan lainnya …

Mau?? silahkan Download versi terbarunya.

Sunday, October 04, 2009

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Posted by Aa Umar on 2:45 AM with 3 comments
PERENCANAAN PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPETENSI DAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL
Sumber: KTSP, Panduan bagi Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas, Karya: Mansur Muslich


A. Pengertian Perencanaan Pembelajaran atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Perencanaan pembelajaran atau biasa disebut Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rancangan pembelajaran mata pelajaran per unit yang akan diterapkan guru dalam pembelajaran di kelas. Berdasarkan RPP inilah seorang guru (baik yang menyusun RPP itu sendiri maupun yang bukan) diharapkan bisa menerapkan pembelajaran secara terprogram. Karena itu, RPP harus mempunyai daya terap (aplicable) yang tinggi. Tanpa perencanaan yang matang, mustahil target pembelajaran bisa tercapai secara maksimal. Pada sisi lain, melalui RPP pun dapat diketahui kadar kemampuan guru dalam menjalankan profesinya.

Sebagaimana rencana pembelajaran pada umumnya, rencana pembelajaran berbasis kompetensi melalui pendekatan kontekstual dirancang oleh guru -yang akan melaksanakan pembelajaran di kelas¬yang berisi skenario tentang apa yang akan dilakukan siswanya sehubungan topik yang akan dipelajarinya. Secara teknis rencana pembelajaran minimal mencakup komponen-komponen berikut.
(1) Standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator pencapaian hasil belajar.
(2) Tujuan pembelajaran.
(3) Materi pembelajaran.
(4) Pendekatan dan metode pembelajaran.
(5) Langkah-langkah kegiatan pembelajaran.
(6) Alat dan sumber belajar.
(7) Evaluasi pembelajaran.

Berbeda dengan rencana pembelajaran yang dikembangkan oleh paham objektivis yang menekankan rincian dan kejelasan tujuan, rencana pembelajaran kontekstual -yang dikembangkan oleh paham konstruktivis- menekankan pada tahap-tahap kegiatan (yang mencerminkan proses pembelajaran) siswa dan media atau sumber pembelajaran yang dipakai. Dengan demikian, rumusan tujuan yang spesifik bukan menjadi prioritas dalam penyusunan rencana pembelajaran kontekstual karena yang akan dicapai lebih pada kemajuan proses belajarnya.

B. Langkah-langkah Guru dalam Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Langkah yang patut dilakukan guru dalam penyusunan RPP adalah sebagai berikut:
  • Ambillah satu unit pembelajaran (dalam silabus) yang akan diterapkan dalam pembelajaran.
  • Tulis standar kompetensi dan kompetensi dasar yang terdapat dalam unit tersebut.
  • Tentukan indikator untuk mencapai kompetensi dasar tersebut.
  • Tentukan alokasi waktu yang diperlukan untuk mencapai indikator tersebut.
  • Rumuskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dalam pem¬belajaran tersebut.
  • Tentukan materi pembelajaran yang akan diberikan/dikenakan kepada siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan.
  • Pilihlah metode pembelajaran yang dapat mendukung sifat materi dan tujuan pembelajaran.
  • Susunlah langkah-langkah kegiatan pembelajaran pada setiap satuan rumusan tujuan pembelajaran, yang bisa dikelompokkan menjadi kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.
  • Jika alokasi waktu untuk mencapai satu kompetensi dasar lebih dari 2 (dua) jam pelajaran, bagilah langkah-langkah pembelajaran menjadi lebih dari satu pertemuan. Pembagian setiap jam pertemuan bisa didasarkan pada satuan tujuan pembelajaran atau sifat/tipe/ jenis materi pembelajaran.
  • Sebutkan sumber/media belajar yang akan digunakan dalam pembelajaran secara konkret dan untuk setiap bagian/unit pertemuan.
  • Tentukan teknik penilaian, bentuk, dan contoh instrumen penilaian yang akan digunakan untuk mengukur ketercapaian kompetensi dasar atau tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Jika instrumen penilaian berbentuk tugas, rumuskan tugas tersebut secara jelas dan bagaimana rambu-rambu penilaiannya. Jika instrumen penilaian berbentuk soal, cantumkan soal-soal tersebut dan tentukan rambu-rambu penilaiannya dan/atau kunci jawa¬bannya. Jika penilaiannya berbentuk proses, susunlah rubriknya dan indikator masing-masingnya.
C. Format Penyusunan RPP
Ada beberapa alternatif format rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang bisa dikembangkan. Format yang dipilih guru sangat ber¬gantung pada sifat materi pembelajaran dan selera/kehendak kurikulum yang sedang berlaku. Yang penting adalah ketika memutuskan penggunaan format tertentu harus dilakukan secara sadar dan rasional.

Berikut ini dicantumkan tiga jenis format RPP yang biasa digunakan oleh guru. Dari ketiga format tersebut, KTSP rupanya cenderung atau berselera dengan format 1.
Setelah format dipilih, secara hierarkis langkah-langkah pokok pe¬nyusunan rencana pembelajaran atau silabus berbasis kompetensi dengan pendekatan CTL adalah sebagai berikut.
  • Bukalah Silabus Mata Pelajaran tertentu (SD/MI, SMP/MTs, atau SMA/MA - sesuai dengan tugas Anda)! Di sana Anda akan menjumpai kompetensi dasar, materi pokok, dan pencapaian hasil belajar, yang dikelompokkan berdasarkan kelas dan semester. Sebagai contoh, apabila Anda seorang guru Bahasa Indonesia di SMP/MTs dan akan mengajar siswa kelas II cawu 1, pada Bab 2 akan Anda jumpai rumusan kompetensi dasar, materi pokok, dan indikator pencapaian hasil belajar sebagai berikut:
  • Setelah memilih kompetensi dasar, materi pokok, dan indikator pencapaian hasil belajar sesuai dengan tabel tersebut, nyatakan kegiatan utama pembelajarannya! Rumusan kegiatan ini diperoleh dari penggabungan antara kompetensi dasar, materi pokok, dan indikator pencapai tujuan. Tabel di atas dapat dirumuskan dalam bentuk pernyataan kegiatan utama pembelajaran sebagai berikut:
"Setelah membaca dalam hati teks yang mengandung tabel atau diagram, siswa menjelaskan isi tabel atau diagram kepada teman sekelompoknya. "

Catatan:
Rumusan yang berupa pernyataan kegiatan utama pembelajaran merupakan salah satu dari sekian banyak rumusan. Guru bisa membuat rumusan sendiri sekiranya rumusan tersebut dianggap kurang pas karena penekanannya tidak sesuai dengan keinginan guru.
  • Rumuskan tujuan umum pembelajarannya! Rumusan tujuan ini mengacu pada indikator pencapaian hasil belajar dan kegiatan utama pembelajaran!
  • Rincilah media yang dapat mendukung kegiatan pembelajaran! Penentuan media hendaknya memenuhi ciri-ciri, antara lain sesuai dengan tujuan pembelajaran, membangkitkan minat belajar siswa, memberikan kesempatan siswa untuk berpartisipasi aktif, esensial, ketersediaan, kemudahan penerapan, dan kealamiahan.
  • Susunlah skenario yang berupa tahap-tahap kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan siswa! Skenario kegiatan harus mencerminkan aktualisasi prinsip pembelajaran berbasis kompetensi dan komponen utama pendekatan kontekstual.
  • Tentukan penilaian autentiknya! Dengan data apa siswa dapat diamati partisipasinya dalam belajar. Data ini bisa diarahkan pada setiap tahapan kegiatan siswa dari awal sampai akhir kegiatan, termasuk hasil belajarnya.
Hasil dari langkah-langkah rencana pembelajaran berbasis kom¬petensi dengan pendekatan kontekstual terlihat pada contoh berikut. Dengan contoh ini diharapkan guru bisa mengadaptasikannya ketika harus menyusun rencana pembelajaran atas mata pelajaran yang diampunya. Contoh yang tersaji berikut juga merupakan salah satu model dari sekian banyak model yang ada. Guru pun bisa mengem¬bangkan model rencana pembelajaran lain. Hal yang penting adalah prinsip-prinsip dan karakteristik pembelajaran berbasis kompetensi dan pendekatan kontekstual menjadi dasar pengembangannya.

CONTOH RPP

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah : SMP
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester : VIII/1

Standar Kompetensi :
12. Mengungkapkan informasi dalam bentuk rangkuman, teks berita, slogan/poster.

Kompetensi Dasar :
12.2 Menulis teks berita secara singkat, padat, dan jelas.

Indikator :
(1) Mampu menyusun data pokok berita.
(2) Mampu merangkai data pokok-pokok berita menjadi berita yang singkat, padat, dan jelas.
(3) Mampu menyunting berita.

Alokasi Waktu : 4 x 40 menit ( 2 pertemuan)

1. Tujuan Pembelajaran
Siswa dapat menulis teks berita dengan singkat, padat, dan jelas.

2. Materi Pembelajaran
Penulisan teks berita
a. Teks berita.
b. Unsur-unsur berita.
c. Cara penulisan teks berita.
d. Praktik penulisan teks berita.

3. Metode Pembelajaran
a. Pemodelan
b. Tanya jawab
c. Inkuiri
d. Demonstrasi

4. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan Pertama
a. Kegiatan Awal
1) Siswa diajak melihat koran yang diperlihatkan/dibawa guru.
2) Siswa dan guru bertanya jawab tentang berita dan kebermaknaan menulis berita.
3) Siswa berkelompok.

b. Kegiatan Inti
1) Siswa menerima potongan wacana berita.
2) Secara berkelompok siswa memasangkan potongan berita sesuai dengan isinya.
3) Siswa diajak membahas hasil kerja dan menyimpulkan ciri-ciri isi berita dan urutan penyajian.
4) Secara berkelompok, siswa mengidentifikasi gambar yang beris peristiwa menarik.
5) Siswa menulis data gambar berdasarkan hasil identifikasi.
6) Secara berkelompok siswa menyusun pokok-pokok berita dengan memerhatikan unsur 5 W + 1 H berdasarkan hasil identifikasigambar.
7) Siswa dan guru menyusun rubrik penilaian.
8) Secara berkelompok siswa dipandu guru menulis teks berita secara singkat, padat, dan jelas. .

c. Kegiatan Akhir
1) Siswa dan guru melakukan refleksi.
2) Siswa mendapatkan tugas untuk mendata hal-hal yang terdapat di lingkungan sekolahnya yang dapat diangkat sebagai berita dan menuliskan pokok-pokok beritanya dengan memerhatikan 5 W+1 H.

Pertemuan Kedua
a. Kegiatan Awal
1) Siswa dan guru bertanya jawab tentang tugas rumah penulisan teks berita.

b. Kegiatan Inti
1) Siswa mendiskusikan hasil tugas rumahnya dengan bimbingan guru.
2) Siswa mengembangkan pokok-pokok berita menjadi sebuah teks berita dengan memerhatikan 5 W + 1 H.
3) Secara berkelompok, siswa menilai hasil kerja temannya dengan rubrik yang sudah disepakati kemudian menyuntingnya.
4) Siswa memperbaiki tulisan berdasarkan hasil suntingan teman.
5) Siswa dan guru memilih tiga tulisan terbaik.
6) Siswa memajang berita terbaik dari masing-masing kelompok di papan pajang kelas.
7) Tulisan terbaik diberi penghargaan.

c. Kegiatan Akhir
1) Siswa dan guru melakukan refleksi.

5. Sumber Belajar
a. Koran
b. Buku Pelajaran Bahasa

6. Penilaian
a. Teknik : Penugasan
b. Bentuk instrumen : Tugas proyek
c. Soal /Instrumen :

1) Tulislah data pokok berita yang kamu peroleh dari lingkungan sekolahmu!

Pedoman Penskoran
2) Kembangkan data pokok berita menjadi sebuah teks berita! Rubrik penilaian teks berita
2. Suntinglah tulisanmu berdasarkan hasil penilaian temanmu, guru, dan berdasar¬kan pendapatmu!


Skor maksimal:
No 1) = 5
No 2) = 10
No 2. = 6
Jumlah = 21

Penghitungan nilai akhir dalam skala 0-100 adalah sebagai berikut:








…………………….,……………

Guru Mata Pelajaran




.................................
NIP

Wednesday, September 30, 2009

Diskusi Ulumul Qur'an Pertama Sukses...

Posted by Aa Umar on 7:52 PM with 1 comment
Ulumul Qur'an dan Perkembangannya telah sukses didiskusikan oleh kelompok I dari masing-masing kelas. Tentunya banyak hal yang bermanfaat dapat dicerna dari kegiatan tersebut, dapat mengetahui definisi ulumul qur'an menurut para pakarnya, ruang lingkup bahasan ulumul qur'an, juga dapat mengetahui sejarah perkembangannya.

Selanjutnya silahkan masuk pada umar e-learning system untuk menyelesaikan tugas hasil diskusi materi pertama ini, setelah itu tinggal anda tunggu perolehan score-nya pada halaman student masing-masing.

Bagi mahasiswa yang belum mendapatkan materi diskusi "Ulumul Qur'an dan Perkembangannya" dapat download langsung di halaman ini.

Download Ulumul Qur'an dan Perkembangannya :
1. Sumber dari Ulumul Qur'an karya Rosihon Anwar
2. Karya Kelompok I semester V
3. untuk tambahan Referensi Online klik di sini.

Bagi mahasiswa yang telah memberikan jawaban, tapi belum mengikuti prosedur, harap mengulangi kembali karena jawaban tugas belum terkirim. Informasi lengkap cara mengerjakan tugas, silahkan lompat ke umar e-learning system.

Wednesday, September 09, 2009

Informasi untuk Mahasiwa

Posted by Aa Umar on 5:07 PM with 1 comment
Khusus bagi mahasiswa yang memprogram mata kuliah yang diasuh Mr. Umar termasuk praktikum komputer. Mulai semester Ganjil Tahun Akademik 2009/2010 ini perkuliahan dilaksanakan dengan 2 model, yaitu tatap muka di kelas dan penerapan e-learning secara online. Ada bagian-bagian materi tertentu yang akan dilaksanakan secara online, seperti Intisari materi kuliah, pengumpulan tugas mandiri, tray out mid semester dan mid semester.

Maka untuk itu diharuskan kepada seluruh mahasiswa yang memprogram mata kuliah yang diasuh Mr. Umar segera membuat e-mail untuk keperluan registrasi pada program umar e-learning system.

Informasi selengkapnya tentang umar e-learning system silahkan klik menu umar e-learning system pada deretan menu blog ini, atau langsung Anda klik di sini.

Friday, July 10, 2009

Tugas Parktikum Internet

Posted by Aa Umar on 8:22 AM with 2 comments
Untuk pengambilan Nilai Praktikum Internet seluruh mahasiswa bimbingan saya adalah dengan penilaian blog. Untuk itu segera kirimkan alamat Blog Anda masing-masing ke umarstain@gmail.com, dengan format sebagai berikut:

Nama Lengkap:
NPM :
Prodi :
Semester :
Alamat Blog :

bagi yang telah mengirimkan dengan format berbeda, tidak perlu kirim ulang yang penting Alamat Blog yang ditulis tidak salah.
Alamat Blog Paling lambat diterima tanggal terakhir pada Jadwal Ujian Semester TA 2008/2009.

Bagi Anda yang telah membaca informasi ini, tolong informasikan ulang pada teman-teman anda. Atas Kerjasama yang baik saya ucapkan terima kasih.

Friday, April 17, 2009

Bubu Awards, Ajang Kompetisi Para Blogger

Posted by Aa Umar on 4:05 AM with 2 comments
JAKARTA, KOMPAS.com- Mulai pertengahan April tahun ini sampai akhir 2010, diperkirakan industri digital di Indonesia akan tumbuh pesat. Melihat hal tersebut, PT. Bubu Kreasi Perdana bekerjasama dengan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar), dan pihak Telkom akan mengadakan Kompetisi Bubu Awards V.06.

Pendaftaran peserta dibuka mulai 22 April sampai 18 Juni 2009. Acara puncak akan diselengarakan di Jakarta Convention Center, pada tanggal 30 Juli 2009 mendatang. "Kompetisi Bubu Awards V.06 ini terbuka bagi pelajar dan mahasiswa dan masyarakat umum berkewarganegaraan Indonesia yang bekerja atau memiliki minat yang tinggi dalam industri kreatif, periklanan, digital dan media online," terang Shinta Dhanuwardoyo, CEO PT. Bubu Kreasi Perdana, di Jakarta, Rabu (15/4).

Melalui kompetisi ini, diharapkan para blogger dapat memberi kontribusi nyata dalam membantu pemerintah mempromosikan kepariwisataan Indonesia.

Tema yang diusung dalam kompetisi ini adalah The Rise of Era Digital, peserta diwajibkan untuk membuat tulisan mengenai Taman Nasional Komodo. Tulisan dapat yang terdiri dari 1000-2000 suku kata ini, dapat menggunakan bahasa Indonesia atau pun bahasa Inggris dan di upload pada blog pribadi penulis, tiap peserta dapat mengajukan lebih dari satu artikel.

Kompetisi yang berhadiah uang tunai Rp 10.000. 000 ini, dinilai oleh para dewan juri yang berasal dari perwakilan pemerintah (Depbudpar), bloggers, pemerhati pariwisata, pers, ahli pemasaran digital dan lain-lain. Untuk informasi lebih lengkap mengenai ketentuan dan syarat, dapat diakses di www.bubuawards.com.

Friday, April 10, 2009

Tugas Kelompok KEWIRAUSAHAAN/TTG

Posted by Aa Umar on 2:27 AM with 1 comment

Prodi : PBI
Semester : VIII (genap)
TA : 2008/2009

NOKELOMPOKTOPIK BAHASAN
1I (Satu)
Pengertian, Tujuan dan Ruang Lingkup Kewirausahaan
2
II (Dua)
Komunikasi dalam Wirausaha
3III (Tiga)
Sikap Jujur dan Selalu Ingin Maju Bagi Wirausahawan
4IV (Empat)
Masalah-masalah dalam Usaha
5V (Lima)
Mengidentifikasi Berbagai Usaha

Pada lembar akhir masing-masing Tugas Kelompok harus mencantumkan IKLAN BARIS untuk bidang usahanya masing-masing. Jumlah Iklan sesuai dengan jumlah anggota kelompok. Misal, Jika jumlah anggota kelompoknya 5 orang, maka Iklannya juga harus ada 5 dengan menyertakan nama usaha dan pemiliknya, pemiliknya adalah nama anggota kelompok masing-masing.

Tugas harus sudah dikumpul dalam bentuk HardCopy dan SoftCopy sebelum pelaksanaan Mid Semester. Tugas yang memenuhi kriteria akan ditayangkan pada blog ini.
Para Wirausaha adalah orang-orang yang mengetahui bagaimana menentukan keputusan dalam pekerjaan dan bangga terhadap prestasinya. Para Wirausaha adalah individu-individu yang berorientasi pada tindakan dan bermotivasi tinggi yang mengambil resiko dalam mengejar tujuan. Wirausaha adalah orang yang selalu berubah dan berkembang. Mempunyai sikap positif, kreatif, inovatif, dan citra diri yang sehat.

Pengertian Kewirausahaan
Untuk memasyarakatkan dan membangkitkan semangat kewirausahaan di Indonesia, pemerintah telah mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 4, Tahun 1995. Adapun tujuan dikeluarkannya Instruksi Presiden tersebut untuk menumbuhkan semangat kepeloporan di kalangan generasi muda agar mampu menjadi wirausahawan.

Dalam rangka inenghadapi era perdagangan bebas, kita ditantang bukan hanya untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia yang siap bekerja, melainkan juga harus mampu mempersiapkan dan membuka lapangan kerja baru. Membuka dan memperluas lapangan kerja baru merupakan kebutuhan yang sangat mendesak. Oleh karena itu, diperlukan berbagai kebijaksanaan pemerintah yang mendukung adanya pendidikan kewirausahaan yang dapat membantu menangani masalah penciptaan lapangan kerja baru.

Para wirausahawan diharapkan dapat menjadi pelopor pembangunan, antara lain ikut serta mengurangi adanya pengangguran. Perubahan dan perbaikan nasib kita harus didasarkan pada kehendak, keinginan, dan kerja keras. Karena itu, peranan wirausaha penting sekali untuk me-nentukan masa depan bangsa dan negara.

Pembangunan Indonesia akan lebih mantap bila ditunjang oleh adanya para wirausahawan yang ulet dan tangguh, karena kemampuan pemerintah sangat terbatas dalam penyediaan lapangan kerja baru. Pemerintah Indonesia untuk sementara waktu belum mampu menggarap semua aspek pembangunan, karena membutuhkan anggaran belanja yang cukup besar, personalianya, sarana prasarananya, dan pengawasannya. Jadi, para wirausaha merupakan potensi penunjang pembangunan, baik untuk bangsa maupun negara. Pada dasarnya, di alam pembangunan sekarang ini, semua warga negara Indonesia dituntut memiliki jiwa dan semangat kewirausahaan. Pengembangan Sumber Daya Manusia untuk menjadi pegawai negeri, tampaknya menghadapi keterbatasan kesempatan.

Akan tetapi jika untuk menjadi wirausaha masih terbuka lebar. Sebenarnya, untuk menjadi wirausaha itu tidak hanya mencakup pengusaha yang bergerak di bidang swasta saja, tetapi berlaku juga bagi mereka yang aktif di perusahaan negara atau patungannya. Untuk menjadi seorang wirausaha atau di dalam bahasa Perancis disebut entrepreneur, harus memiliki persyaratan yaitu harus menjadi seorang perwira di bidang usaha atau bisnis. Jadi, persyaratan untuk menjadi seorang wirausaha itu sebenarnya terletak pada kesediaannya bekerja keras dan bertanggung jawab atas pekerjaannya sendiri untuk mencapai suatu tujuan. Sebenarnya, kita merupakan wirausaha yang mampu berdiri sendiri dalam menjalankar. usaha guna mencapai tujuan pribadi, keluarga, bangsa, dan negara. Untuk itu, sebaiknya kita harus mengetahui dan mengerti bahwa wirausaha itu merupakan pejuang kemajuan yang mengabdi kepada masyarakat dan turut serta mengakhiri ketergantungan kita terhadap negara lain.

Peranan wirausaha sangat penting dan menentukan masa depan bangsa dan negara. Secara umum, wirausaha sangat diperlukan untuk memperkuat perekonomian Indonesia. Selanjutnya, agar kita dapat memahami jiwa dan semangat kewirausahaan, terlebih dahulu harus mengetahui pengertian yang berkenaan dengan kewirausahaan dan wirausaha.

Kewirausahaan berasal dari istilah entrepreneurship, sedangkan wirausaha berasal dari kata entrepreneur. Kata entrepreneur, secara tertulis digunakan pertama kali oleh Savary pada tahun 1723 dalam bukunya "Kamus Dagang'. Entrepreneur adalah orang yang membeli barang dengan harga pasti, meskipun orang itu belum mengetahui berapa harga barang (atau guna ekonomi) itu akan dijual.

Banyak orang yang memberi pengertian entrepreneurdan entrepreneurship, di antaranya sebagai berikut.
  1. Ada yang mengartikan sebagai orang yang menanggung risiko
  2. Ada yang mengartikan sebagai orang yang memobilisasi dan mengalokasikan modal
  3. Ada yang mengartikan sebagai orang yang menciptakan barang baru
  4. Ada yang mengartikan sebagai orang yang mengurus perusahaan
Dengan demikian, sebenarnya apa yang dimaksud dengan kewirausahaan dan wirausaha itu?
Agar lebih jelas dan ada pegangan, di bawah ini diuraikan beberapa pengertian kewirausahaan dan wirausaha, sebagai berikut:
  1. Kewirausahaan adalah mental dan sikap jiwa yang selalu aktif berusaha meningkatkan hasil karyanya dalam arti meningkatkan penghasilan.
  2. Kewirausahaan adalah suatu proses seseorang guna mengejar peluang-peluang memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui inovasi, tanpa memperhatikan sumber daya yang mereka kendalikan (Robin, 1996).
  3. Kewirausahaan adalah proses dinamis untuk menciptakan tambahan kemakmuran.
  4. Kewirausahaan adalah proses menciptakan sesuatu yang lain dengan menggunakan waktu dan kegiatan disertai modal jasa dan risiko, serta menerima balas jasa, kepuasan, dan kebebasan pribadi.
  5. Dalam lampiran Instruksi Presiden Nomor 4 tahun 1995, tentang Gerakan Nasional
Memasyarakatkan dan membudayakan Kewirausahaan (GNMMK), kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku, dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan keuntungan yang lebih besar.

Sedangkan yang dimaksud dengan wirausaha adalah sebagai berikut:
  1. Wirausaha adalah mereka yang berhasil mendapatkan perbaikan pribadi, keluarga, masyarakat, dan bangsanya.
  2. Wirausaha adalah seorang pakar tentang dirinya sendiri.
  3. Wirausaha adalah orang yang mendobrak sistem ekonomi yang ada dengan memperkenalkan barang dan jasa yang baru dengan menciptakan bentuk organisasi baru atau mengolah bahan baku baru.
  4. Wirausaha adalah orang yang berani memaksa diri untuk menjadi pelayan bagi orang lain (Gede Prama, SWP, 09/XI/1996).
  5. Pandangan menurut seorang businessman, wirausaha adalah ancaman, pesaing baru atau juga bisa seorang partner, pemasok, konsumen, atau seorang yang bisa diajak kerja sama.
  6. Pandangan menurut seorang pemodal, wirausaha adalah seorang yang menciptakan kesejahteraan buat orang lain yang menemukan cara-cara baru untuk menggunakan resources, mengurangi pemborosan, dan membuka lapangan kerja yang disenangi oleh masyarakat.
  7. Pandangan menurut seorang ekonom, wirausaha adalah seseorang atau sekelompok orang yang mengorganisir faktor-faktor produksi, alam, tenaga, modal, dan skill untuk tujuan berproduksi.
  8. Pandangan menurut seorang psychologis, wirausaha adalah seorang yang memiliki dorongan kekuatan dari dalam untuk memperoleh sesuatu tujuan, suka mengadakan eksperimen atau untuk menampilkan kebebasan dirinya di luar kekuasaan orang lain.
Penjelasan materi di atas dapat diambil suatu kesimpulan bahwa wirausaha itu adalah orangorang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber-sumber daya yang dibutuhkan guna mengambil keuntungan dan tindakan yang tepat guna dalam memastikan kesuksesan.
Siapa saja yang dapat digolongkan menjadi wirausaha itu? Menurut J.A. Schiunpeter; yang dapat digolongkan sebagai seorang wirausaha adalah seorang inovator, sebagai individu yang mempunyai kenalurian untuk melihat benda materi sedemikian rupa yang kemudian terbukti benar mempunyai semangat, kemampuan, dan pikiran untuk menaklukan cara berpikir lamban dan malas.

Pada zaman sekarang banyak para pemuda yang tertarik dan melirik profesi bisnis yang cukup menjanjikan masa depan yang cerah. Para remaja pada umumnya menyatakan sangat menyenangi kegiatan wirausaha dalam dunia bisnis. Untuk mengantisipasi pekerjaan bisnis, mereka harus mempersiapkan bekal berupa sikap mental dan menguasai beberapa keterampilan misalnya tata boga, tata busana, pemasaran, mengetik, komputer, internet, akuntansi, elektronika, rancang bangun, otomotif, perlistrikan, pertukangan, perbengkelan, dan sebagainya.

Semakin banyak keterampilan yang diperoleh dan dikuasai para pemuda, semakin banyak pula peluang untuk menjadi wirausahawan. Ada beberapa sifat dasar dan kemampuan yang biasanya ada pada diri seorang wirausaha, di antaranya sebagai berikut:
  1. Wiraizsaha adalah seorang pencipta perusahaan.
  2. Wirausaha adalah seorang yang selalu melihat perbedaan, baik antar orang maupun antar fenomena kehidupan sebagai peluang dan kesulitan.
  3. Wirausaha adalah orang yang cenderung mudah jenuh terhadap segala kemampuan hidup.
Tujuan Kewirausahaan
Bahan ajar mata diklat Kewirausahaan dapat diajarkan dan dikembangkan di Sekolah-sekolah Dasar, Sekolah Menengah, Perguruan Tinggi, dan di berbagai kursus bisnis. Di dalam pelajaran Kewirausahaan, para siswa diajari dan ditanamkan sikap-sikap perilaku untuk membuka bisnis, agar mereka menjadi seorang wirausaha yang berbakat. Agar lebih jelas, di bawah ini diuraikan tujuan dari Kewirausahaan, sebagai berikut:
  1. Meningkatkan jumlah para wirausaha yang berkualitas.
  2. Mewujudkan kemampuan dan kemantapan para wirausaha untuk meng 7asilkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
  3. Membudayakan semangat sikap, perilaku, dan kemampuan kewirausahaan di kalangan pelajar dan masyarakat yang mampu, handal, dan unggul.
  4. Menumbuhkembangkan kesadaran dan'orientasi Kewirausahaan yang tangguh dan kuat terhadap para siswa dan masyarakat.
Ruang Lingkup Kewirausahaan
Ruang lingkup kewirausahaan sangat luas sekali. Secara umum, ruang lingkup kewirausahaan adalah bergerak dalam bisnis. Jika diuraikan secara rinci ruang lingkup kewirausahaan, bergerak dalam bidang:
a. Lapangan agraris
1) Pertanian
2) Perkebunan dan kehutanan

b. Lapangan perikanan
1) Pemeliharaan ikan
2) Penetasan ikan
3) Makanan ikan
4) Pengangkutan ikan

c. Lapangan peternakan
1) Bangsa burung atau unggas
2) Bangsa binatang menyusui

d. Lapangan perindustrian dan kerajinan
1) Industri besar
2) Industri menengah
3) Industri kecil
4) Pengrajin
  • Pengolahan hasil pertanian
  • Pengolahan hasil perkebunan
  • Pengolahan hasil perikanan
  • Pengolahan hasil peternakan
  • Pengolahan hasil kehutanan
e. Lapangan pertambangan dan energi
f. Lapangan perdagangan
1) Sebagai pedagang besar
2) Sebagai pedagang menengah 3) Sebagai pedagang kecil

g. Lapangan pemberi jasa
1) Sebagai pedagang perantara
2) Sebagai pemberi kredit atau perbankan 3) Sebagai pengusaha angkutan 4) Sebagai pengusaha hotel dan restoran
5) Sebagai pengusaha biro jasa travel pariwisata
6) Sebagai pengusaha asuransi, pergudangan, perbengkelan, koperasi, tata busana, dan lain sebagainya.

Tenaga wirausaha merupakan salah satu unsur yang ikut serta dalam mencapai cita-cita nasional, yaitu mencapai masyarakat adil dan makmur, baik material, maupun spiritual. Partisipasi masyarakat dan para wirausaha perlu ditingkatkan, guna mencapai cita-cita tersebut. Tenaga-tenaga para wirausaha adalah tenaga pelopor pembangunan dan pejuang nasional,untuk menciptakan lapangan kerja baru dan mengurangi pengangguran.

Sadarilah bahwa lapangan kerja wirausaha itu begitu luas ruang lingkupnya dan perlu mendapat perhatian kita bersama dan perlu kita isi. Dengan terisinya lapangan kerja tersebut maka tingkat sosial ekonomi masyarakat, bangsa, dan negara akan meningkat. Tenaga-tenaga wirausaha harus dapat memajukan lingkungannya. Para wirausaha merupakan pejuang, pencipta, pengusaha, dan juga sebagai organisator pendekar bisnis, niaga, industri, dan kebudayaan.

Keberanian untuk membentuk kewirausahaan di sekolah harus didorong oleh guru-guru, khususnya oleh guru yang memberikan mata diklat Kewirausahaan, agar mereka berminat untuk menjadi wirausaha. Dorongan untuk membentuk wirausaha, juga datang dari orang tua, teman sepergaulan, lingkungan famili, para sahabat, dan lain sebagainya.

Di dalam mengatasi persoalan tenaga kerja yang semakin banyak menganggur, caranya adalah dengan membuka lapangan wirausaha dan memasyarakatkan kewirausahaan. Akan tetapi banyak juga faktor psikologis yang membentuk sikap negatif, sehingga banyak para siswa kurang berminat untuk menjadi wirausahawan. Orang tua siswa banyak juga yang tidak menginginkan anakanaknya menekuni bidang kewirausahaan. Mereka berusaha mengalihkan perhatian anaknya untuk menjadi pegawai negeri. Padahal dengan adanya perubahan lingkungan bisnis dalam abad sekarang, telah banyak menuntut para wirausaha yang tangguh dan profesional.

Seperti kita ketahui bahwa wirausaha mengacu pada orang yang melaksanakan proses penciptaan kesejahteraan dan nilai tambah. Jadi, jika para siswa ingin menjadi wirausaha maka ia harus mempunyai sifat keberanian, keteladanan, dan berani mengambil risiko yang bersumber pada kemampuan sendiri. Wirausaha tidak semata-mata dimotivasi oleh financial incentive, tetapi oleh keinginan untuk melepaskan diri dari lingkungan yang tidak diinginkannya. Di samping itu wirausaha ingin menemukan arti baru bagi kehidupannya (Russel M. Knight, 1983).

Komunikasi dalam Wirausaha

Posted by Aa Umar on 1:52 AM with 7 comments
Pandai berkomunikasi berarti pandai mengorganisasikan buah pikiran ke dalam bentukbentuk ucapan yang jelas. Berkomunikasi yang baik diikuti dengan perilaku jujur, konsisten dalam pembicaraan akan sangat membantu seorang wirausaha dalam mengembangkan karir masa depannya. Dengan keterampilan berkomunikasi seorang wirausaha dapat mencapai puncak karir dan meraih kursi yang menjadi idaman setiap orang.

Pengertian Komunikasi
Wirausaha secara individu dikenali bukan dalam isolasi, melainkan dalam berkomunikasi dan interaksi dengan pihak lain di luar dirinya sendiri. Apa sebabnya? Karena wirausaha itu tidak hidup sendirian. Dari adanya berkomunikasi dan interaksi, akan terbentuk kepribadian yang mencakup perilaku, sikap, dan sistem nilai.

Kehidupan para wirausaha sehari-hari selalu terlibat dengan menerima dan memberi informasi melalui komunikasi. Oleh sebab itu, dengan adanya komunikasi di dalam dunia bisnis sangat penting sekali untuk keberhasilan di dalam kegiatan usahanya. Jika demikian komunikasi itu apa? Perkataan komunikasi berasal dari kata "Communicare" (bahasa Latin) yang artinya memberitahukan. Sedangkan menurut bahasa Inggris disebut "Communication" yang artinya suatu pertukaran informasi, konsep, ide, perasaan antara dua atau lebih.

Menurut Oxford Dictionary, komunikasi adalah pengiriman atau tukar menukar informasi, ide, dan lain sebagainya. Sedangkan menurut Ensiklopedia, komunikasi adalah penyelenggaraan tata hubungan kegiatan menyampaikan warta dari satu pihak dalam suatu organisasi. Jadi, sebenarnya komunikasi itu adalah proses pernyataan antarmanusia. Pernyataan manusia itu dinamakan pesan (message), dan orang yang menyampaikan pesan disebut komunikator (communicator), sedangkan orang yang menerima pernyataan pesan (message) disebut komunikan (communicatee). Adapun isi pesan yang disampaikan komunikator itu adalah pikiran atau perasaan, serta lambang dengan menggunakan bahasa lisan maupun tulisan.

Sudah jelas bahwa salah satu yang paling penting bagi para wirausahawan untuk mendapatkan sukses di dalam bisnis adalah dengan berkomunikasi dan interaksi. Jika tidak dapat berkomunikasi maka tidak mungkin bagi seorang wirausahawan dapat memperoleh kesempatan berbisnis, baik untuk menciptakan ide-ide, gagasan, maupun cara mengembangkan usahanya.

Akhirnya dari penjelasan materi tersebut di atas, dapat diambil suatu kesimpulan mengenai pengertian komunikasi, adalah sebagai berikut:
  1. Komunikasi adalah suatu rangkaian kegiatan untuk menyampaikan warta dari seseorang kepada orang lain dalam usaha kerja sama untuk mencapai suatu tujuan.
  2. Komunikasi adalah suatu proses dalam memberitahukan keterangan
  3. keterangan mengenai buah pikiran yang saling diperlukan.
  4. Komunikasi adalah proses penyampaian keterangan dan pengertian dari : seseorang kepada orang lain.
Dengan demikian, berkomunikasi itu mengandung proses pemberitahuan, mendengarkan, dan memahami secara terus menerus dengan menggunakan lambang-lambang tertentu. Berkomunikasi yang dianggap baik adalah berkomunikasi yang berlangsung secara timbal balik dan terus menerus dapat menciptakan saling pengertian semua pihak. Dengan demikian, komunikasi yang berlangsung secara timbal balik, akan bermanfaat dalam setiap kesempatan berwirausaha untuk mencapai tujuan.

Begitu pula dengan berkomunikasi di dalam berbisnis akan mendapatkan kesempatan sukses jika disertai dengan perkembangan teknologi. Di dalam pembinaan kemampuan berkomunikasi ada tiga aspek yang perlu diperhatikan oleh setiap wirausahawan, yaitu:
a. Berkomunikasi harus dipandang sebagai proses.
b. Berkomunikasi harus menyangkut manusia dan bukan manusia.
c. Berkomunikasi harus menyangkut informasi.

Syarat-syarat berkomunikasi
Apabila telah melaksanakan cara berkomunikasi maka seorang wirausaha harus mengetahui bagaimana tanggapan suatu jenis komunikasi yang disampaikan terhadap seseorang mengenai isi suatu pesan yang dikirimkan.
Syarat-syarat untuk mampu berkomunikasi, adalah sebagai berikut:
  1. Pesan yang disamgaikan hendaknya dapat membangkitkan keinginan pribadi pihak sasaran dan menyarankan beberapa cara untuk memperolehnya.
  2. Pesan yang disampaikan harus dirancang terlebih dahulu dan disampaikan sedemikian rupa, sehingga dapat menarik perhatian sasaran yang dimaksud.
  3. Pesan yang disampaikan harus menggunakan tanda-tanda yang disesuaikan dengan pengalaman yang sama antara yang memberi pesan dan orang yang menerima pesan, sehingga sama-sama mengerti.
  4. Pesan yang disampaikan hendaknya mewujudkan dan menunjukkan suatu jalan untuk memperoleh keinginan yang layak.
Macam-macam komunikasi
Komunikasi yang dipergunakan oleh seorang wirausaha ada tiga macam.

a. Komunikasi Tertulis
Komunikasi tertulis adalah komunikasi menggunakan lambang, huruf, misalnya jika akan menyampaikan pesan melalui surat biasanya menggunakan huruf-huruf atau abjad, dan lain sebagainya.

Kebaikan komunikasi secara tertulis, yaitu:
1) Dapat disebarkan seluas-luasnya
2) Merupakan pegangan yang pasti oleh penerima komunikasi
3) Mempunyai daya tahart yang lama
4) Dapat lebih tegas dan jelas

Kelemahan komunikasi secara tertulis, yaitu:
1) Tidak ada penjelasan lebih lanjut selain tertulis.
2) Tidak semua hal yang dikomunikasikan secara tertulis.
3) Suka gagal jika latar belakang penerima komunikasi pendidikannya lebih rendah.

b. Komunikasi Lisan
Komunikasi lisan adalah komunikasi berbentuk pembicaraan langsung, ceramah, diskusi kelompok, dan lain sebagainya.

Kebaikan komunikasi secara lisan, yaitu:
1) Dapat menimbulkan komunikasi timbal balik secara langsung.
2) Dapat menimbulkan partisipasi secara langsung.
3) Dapat memberi penjelasan dengan lebih terperinci.

Kelemahan komunikasi secara lisan, yaitu:
1) Memerlukan penyesuaian di dalam berkomuni kasi.
2) Berkomunikasi secara lisan lebih banyak memerlukan penjelasan lebih terperinci.
3) Tidak dapat dipakai sebagai dokumentasi tertulis.
4) Komunikasi lisan kurang ada ketegasan.

c. Komunikasi Gambar
Kadang-kadang berkomunikasi secara tertulis sulit dilaksanakan, sehingga untuk itu perlu dilaksanakan dengan komunikasi gambar. Misalnya dalam mengkomunikasikan perencanaan suatu bangunan yang rumit, apabila disampaikan dengan tertulis atau lisan hanya akan menimbulkan miss comunication.

Proses berkomunikasi
Proses berkomunikasi dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

a. Proses komunikasi primer
Proses komunikasi primer adalah proses penyampaian pikiran oleh wirausaha (komunikator) kepada masyarakat konsumen (komunikan) dengan menggunakan lambang-lambang sebagai media atau saluran.

b. Proses komunikasi sekunder
Proses komunikasi sekunder adalah proses penyampaian pesan oleh seorang wirausaha (komunikator) kepada masyarakat konsumen (komunikan) dengan menggunakan alat sebagai sarana. Seorang wirausaha menggunakan media, karena masyarakat konsumen sangat jauh tempat tinggalnya dan sangat banyak. Apabila masyarakat konsumen (komunikan) sangat jauh tempat tinggalnya, maka sebagai alat berkomunikasi menggunakan surat, telepon, telegram, dan lain sebagainya.

c. Proses komunikasi linear
Proses komunikasi linear adalah proses perjalanan dari satu titik ke titik lain secara lurus. Proses komunikasi linear merupakan penyampaian pesan oleh seorang wirausaha (komunikator) kepada masyarakat konsumen (komunikan) sebagai titik terminal. Komunikasi linear ini berlangsung dalam situasi berkomunikasi tatap muka atau melalui alat media.

d. Proses komunikasi sirkular
Proses komunikasi sirkular adalah proses terjadinya umpan balik (feed back). Terjadinya umpan balik (feed back) adalah adanya arus pesan dari seorang wirausaha (komunikator) mengalir kepada masyarakat konsumen (komunikan). Adakalanya umpan balik itu mengalir dari masyarakat konsumen (komunikan) kepada wirausaha (komunikator)."

Tujuan dan keberhasilan berkomunikasi
Tujuan adanya berkomunikasi adalah mengubah tingkah laku, baik secara individu maupun secara kelompok. Tujuan adanya berkomunikasi adalah melaksanakan pertukaran informasi yang paling menguntungkan kedua belah pihak, baik untuk wirausaha (komunikator) maupun masyarakat konsumen (komunikan) untuk menemukan kesamaan persepsi. Berkomunikasi dianggap berhasil apabila tafsiran masyarakat konsumen (komunikan) dapat menerima maksud wirausaha (komunikator).

Apabila antara komunikan dan komunikator tidak ada kesesuaian, maka masalah ini disebut salah komunikasi. Dengan perkataan lain berkomunikasi dianggap berhasil apabila tujuan yang dunginkan wirausahawan (komunikator) mendapatkan tanggapan positif dari masyarakat konsumen (komunikan).

Melakukan Komunikasi Efektif
Pandai berkomunikasi berarti pandai mengorganisasi buah pikiran ke dalam bentuk ucapanucapan yang jelas, menggunakan tutur kata yang enak didengar dan mampu menarik perhatian orang lain. Berkomunikasi yang efektif harus diikuti dengan perilaku jujur, sehingga dapat membantu seorang wirausaha di dalam mengembangkan karir masa depannya.

Dengan kepandaian berkomunikasi secara efektif seorang wirausaha akan mencapai puncak karir dan meraih kursi empuk yang menjadi idaman setiap orang. Keterampilan di dalam berkomunikasi ditentukan oleh bentuk mengekspresikan diri. Di samping itu hambatan berbahasa, hambatan fisik dan hambatan secara psikologis harus bisa diatasi.

Sementara itu orang-orang bisnis mengatakan bahwa: "Untuk mengelola bisnis dengan baik pasarkanlah sesuatu untuk masa depan. Agar bisa menguasai masa depan, kuasailah sebanyakbanyaknya informasi melalui komunikasi yang efektif'.

Berkomunikasi secara efektifprinsipnya adalah bertanya dan berbicara seperlunya dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar. Prinsip berkomunikasi secara efektif harus memperhatikan tata cara dan sopan santun agar di dalam pembicaraan dapat berjalan dengan lancar.

Berkomunikasi secara efektif akan menghasilkan buah pildran yang positif untuk memecahkan permasalahan, yaitu:
a. Memberi kesempatan berbicara kepada lawan bicara.
b. Bertatap muka secara sopan dan ramah tamah.
c. Berbicara secara jelas, dimengerti, dan jangan berbisik.
d. Menghayati pokok permasalahan yang akan disampaikan.
e. Menghimpun karakteristik wirausaha yang berhasil di dalam usahanya.

Sikap Jujur bagi Wirausahawan

Posted by Aa Umar on 1:40 AM with 7 comments
Kejujuran adalah sendi pokok bagi kelangsungan hidup yang diikuti kegiatan pikiran dan kerja keras.
Orang-orang yang selalu ingat kepada Allah di manapun dan kapanpun adalah orangorang yang jujur, tenang, sabar, serta teratur dalam melaksanakan pekerjaannya. Untuk mencapai kebahagiaan lahir dan bathin tidaklah mudah kita ucapkan. Untuk mendapatkannya diperlukan kejujuran dalam peijuangan dan pengorbanan.

Makna Kejujuran dalam Hidup

Seorang wirausaha yang memiliki keyakinan dan kepribadian, bermula dari adanya ide sendiri, kemudian mengembangkan kegiatan usahanya yang selalu berpegang pada nilai-nilai kejujuran dan disiplin diri. Seperti kita ketahui bahwa hidup itu merupakan kancah perjuangan. Karena adanya makna kejujuran dalam hidup, kita harus berjuang dengan penuh keyakinan ingin maju di dalam berwirausaha. Obat yang baik untuk menjalankan perjuangan dalam hidup adalah adanya keyakinan pada diri sendiri.

Kita harus sayang pada diri sendiri, keluarga, bangsa, dan negara. Cara pikir positif, kreatif, dan dinamis akan memberikan hasil dalam hidup. Untuk mencapai tujuan yang dicita-citakan. Kita harus mempelajari dalam memahami serta menghayati khasiat kejujuran dalam hidup dan kebenaran dalam arti hidup. Kita harus menentukan makna tujuan kejujuran hidup, yaitu:
a. Tujuan jangka pendek berwirausaha,
b. Tujuan jangka panjang berwirausaha,
c. Tujuan kita sendiri, keluarga, dan lingkungan,
d. Tujuan bangsa dan negara.

Dalam prakteknya, baru sebagian kecil masyarakat Indonesia yang dapat menikmati hasil pembangunan. Kesalahan ini masih terdapat pada masyarakat yang berpikir masa bodoh dan tidak mempergunakan kesempatan-kesempatan yang ada dengan sebaik-baiknya. Kebanyakan orang kurang menyadari bahwa nilai kejujuran dan daya pikir manusia merupakan kunci utama mencapai kemajuan dalam berusaha.

Kemajuan berusaha itu dapat dicapai apabila disertai dengan keinginan dan tujuan yang definitif dalam hidup. Ketekunan dalam berwirausaha dengan memperjuangkan keinginan yang keras akan dapat melenyapkan segala rintangan, sedikit demi sedikit. Akhirnya, dengan ketekunan kerja keras, diikuti dengan kejujuran akan dapat menciptakan suatu kemajuan dalam berwirausaha.

Makna hidup ini penuh masalah dengan berbagai kesukaran dan rintangan. Tanpa kesukaran dan rintangan, kiranya manusia tidak bisa berkembang untuk maju. Setiap hasil yang dicapai seorang wirausaha merupakan hasil perjuangan dan pengorbanan. Di sini makna kejujuran dalam hidup berwirausaha harus kita pandang sebagai guru dan anugerah untuk mendorong rasa optimis untuk mendapatkan kemajuan dalam berusaha.

Jujur dalam berwirausaha artinya mau dan mampu mengatakan sesuatu sebagaimana adanya. Bila berdagang, barang yang baik harus dikatakan baik dan barang yang rusak harus dikatakan rusak. Kejujuran itu dapat disamakan dengan "amanah". Amanah adalah bila diberi kepercayaan dalam berwirausaha tidak khianat, kalau berkata selalu benar dan jika berjanji dalam bisnis tidak mungkir. Makna jujur dalam hidup ini termasuk sifat yang perlu dimiliki oleh seorang wirausahawan, karena sifat ini akan mendatangkan kepercayaan masyarakat konsumen. Dengan kesediaan berbuat jujur, berarti setiap perbuatan yang dilakukan oleh wirausahawan maknanya dapat menyenangkan orang lain maupun diri sendiri.

Membuktikan makna kejujuran
Untuk membuktikan makna kejujuran terhadap diri sendiri, kita harus menjawab pertanyaan di bawah ini:
a. Apakah saya telah berbuat jujur terhadap diri saya?
b. Apakah kejujuran saya terhadap keluarga, bangsa dan negara sudah benar?
c. Apakah saya pernah berbuat tidak jujur?
d. Ketidakjujuran yang mana yang telah saya lakukan?
e. Apakah perbuatan tidak jujur dilakukan terhadap:
  • sesama teman bisnis atau orang lain?
  • pekerjaan yang saya lakukan?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut harus kita jawab dan harus teijawab. Untuk mendapatkan jawaban masalah kejujuran supaya objektif, sebaiknya minta pertolongan orang lain. Dari jawaban orang lain, kita akan mendapatkan jawaban yang benar atau mendekati arti kebenaran. Untuk mencapai kebenaran dan keberhasilan, kita harus menentukan apa yang menjadi sasaran atau tujuan yang hendak kita capai di dalam berwirausaha.

Kita harus mempelajari dan memahami benarbenar khasiat kebenaran dan kejujuran. Kebenaran dan kejujuran adalah suatu jaminan yang paling tepat untuk mencapai kemajuan di dalam berwirausaha. Kejujuran dalam segala kegiatan bisnis, misalnya menimbang barang, mengukur, membagi, berjanji membayar utang adalah akan membuat ketenangan lahir dan batin. Memang demikian, berbisnis harus dilandasi oleh kejujuran. Apabila seorang wirausaha jujur maka ia akan mendapat keuntungan dari segala penjuru yang tidak ia duga darimana datangnya.

Apabila orang berbisik tidak jujur maka tunggulah kehancurannya. Seorang wirausaha dapat mengembangkan lingkungannya, karena ia dapat memberi apa yang ada, baik tenaga harta maupun pikirannya. Kesediaan berbuat demikian merupakan tingkah laku yang terpuji dan dapat diterima oleh masyarakat. Seorang wirausaha dalam kehidupan seharihari mempunyai kewajiban, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap masyarakat. Salah satu kewajiban terhadap diri sendiri adalah usaha untuk menempa dan melatih diri sendiri dalam membina disiplin pribadi.

Ketidakjujuran dalam berusaha dan segala akibatnya
Sifat dan tingkah laku berwirausaha harus dapat menyertai, kesabaran, ketekunan, kerajinan, dan kemauan kerja keras dalam usaha pembinaan pribadi seorang wirausaha. Seorangwirausaha yang tidak memiliki kejujuran dan disiplin pribadi, tidak akan berhasil di dalam mencapai tujuan dan citacitanya.

Kejujuran dan disiplin pribadi seorang wirausaha merupakan kewajiban moral yang dibebankan kepada diri sendiri, untuk keperluan diri sendiri menurut fitrahnya. Orang yang tidak jujur di dalam berwirausaha, akibatnya akan menderita dan akan menerima suatu keadaan:
a. Tidak dipercaya masyarakat konsumen,
b. Menjadi rendah diri dan rasa malu,
c. Mudah tersinggung atau emosi,
d. Cepat iri dan dengki,
e. Suka dendam,
f. Prasangka buruk dan dusta,
g. Tidak punya teman, dan
h. Kehancuran dalam usahanya

Salah satu kunci keberhasilan seorang wirausaha di dalam usahanya adalah sifat kejujuran dan kepercayaan dari masyarakat konsumen terhadap dirinya.
Sekarang apa akibatnya jika seorang wirausaha di dalam usahanya tidak jujur dan tidak bertanggung jawab? Akibatnya banyak masyarakat konsumen yang tidak mempercayainya, baik kepada bidang usahanya maupun kepada kariernya. Hal ini terlebih-lebih kita rasakan pada lapangan kerja di perusahaan dan di perdagangan. Untuk menjadi karyawan pada perusahaan, faktor kejujuran dan tanggung jawab mendapat sorotan dan penilaian yang serius dari pihak pemilik perusahaan.

Kejujuran dan sikap optimis selalu ingin maju
Kita harus mensyukuri segala nikmat yang diberikan Tuhan. Orang yang dapat mensyukuri nikmat Tuhan adalah orang-orang yang jujur dan memiliki sikap optimal selalu ingin maju, harus belajar banyak serta mempunyai keyakinan di dalam usahanya. Kejarlah tujuan-tujuan yang berhubungan dengan kemampuan dan keterampilan yang diperolehnya.

Jika kamu jujur dan bertanggung jawab di dalam mengejar cita-cita, kamu akan dapat mencapai sukses. Rasa cinta terhadap pekerjaan akan mendorong orang senang bekerja. Orang yang senang bekerj a adalah orang yang tidak membuangbuang waktu dengan percuma. Mereka ini adalah wirausaha-wirausaha yang mudah mendapatkan peluang-peluang bisnis.

Stephen Covey, dalam bukunya First Thing's First, mengungkapkan empat sisi potensial yang dimiliki manusia untuk maju yaitu:
  1. Self awareness adalah sikap mawas diri
  2. Couscience adalah mempertajam suara hati, supaya menjadi manusia berkehendak baik seraya memunculkan keunikan serta memiliki misi dalam hidup
  3. Independent Will adalah pandangan independen untuk bekal bertindak dan kekuatan untuk mentransendensi
  4. Creative imagination adalah berpikir dan mengarah ke depan untuk memecahkan masalah dengan imajinasi, khayalan, serta adaptasi yang tepat.
Kita jangan berputus asa, pasrah, menyerah, dan tidak mau berjuang. Kita harus mempunyai etos kerja dengan semangat tinggi, mau berjuang dengan sikap optimis ingin maju. Seorang wirausaha yang jujur di dalam menghadapi pekerjaan dan tantangan, pada umumnya berhasil di dalam berwirausaha. Adapun jenis pekerjaan yang dilakukan, profesi apapun yang dihadapi, kita harus mampu melihat ke depan dan berjuang untuk mencapai apa-apa yang diinginkan.

Kejujuran dan rasa optimis ingin maju dalam berwirausaha merupakan buah dari usaha-usaha positif yang tidak mengenal lelah. Terimalah diri kamu sebagaimana adanya dan cobalah tekankan kekuatan-kekuatan dan kurangilah kelemahankelemahannya. Apabila kamu mempunyai kejujuran dan sikap optimis ingin maju, modalnya harus mempunyai semangat kerja tinggi, daya juang tanpa menyerah dan keyakinan.

Kamu harus percaya tidak ada gunung tinggi yang tidak terdaki. Tidak ada jurang yang terlalu dalam untuk dituruni. Tidak ada beban berat yang tidak terpikul. Kemajuan dan keberhasilan berwirausaha akan tercapai, apabila mengerti, mengetahui, optimis, dan memahami pribadi diri sendiri. Untuk mencapai tujuan di dalam berwirausaha, kita harus menentukan apa yang menjadi sasaran yang hendak dicapai. Kejujuran dan rasa optimis adalah jaminan yang paling baik untuk memperoleh kemajuan.

Berdoa merupakan obat yang paling mujarab yang dapat menyegarkan pikiran. Menyerah pada takdir, bukan berarti menyerah kalah. Manusia dihidupkan untuk menang dan optimis untuk maju. Akan tetapi masih ada kemungkinan gagal, tetapi stidak gentar, karena mau belajar dari kegagalannya.

Masalah dalam Usaha

Posted by Aa Umar on 1:04 AM with 10 comments
Permasalahan hendaknya mengandung beberapa kemungkinan pemecahan, sehingga mengaktifkan pikiran dan kemauan, serta pemilihan beberapa alternatif pemecahannya. Tepat waktu, tepat mutu, dan tepat janji merupakan unsur-unsur utama untuk menciptakan keputusan dalam bisnis. Peluang bisnis bukanlah suatu peluang jika tidak ada atau tidak sanggup menemukan tindakan yang mungkin dan layak untuk mewujudkannya.

Kemampuan pemecahan masalah (solusi) usaha
Salah satu tanggung jawab terpenting para wirausahawan adalah berusaha memecahkan masalah secara ilmiah dalam usaha atau bisnis. Para wirausahawan hendaknya dapat menganalisis dengan mengumpulkan data-data, mengolahnya, dan menarik kesimpulan dari penganalisisan tersebut. Pemecahan masalah itu merupakan kegiatan yang amat penting di dalam usaha atau bisnis. Keterampilan yang diperoleh para wirausahawan, akan menjadi bekal di dalam pemecahan masalah dalam kegiatan usaha atau bisnis. Meskipun banyak persoalan tidak mempunyai pemecahan masalah yang benar, namun keputusan terakhir untuk menentukan pemecahan masalah yang paling baik terserah kepada para wirausahawan sendiri.

Pemecahan masalah dan cara penyelesaiannya dalam usaha atau bisnis, sebenarnya tidak begitu sukar jika seorang wirausahawan sudah banyak pengalaman di dalam lingkungan usaha atau bisnisnya. Jika persoalan-persoalan sudah ditentukan dan semua informasi serta data-data masalah sudah dikumpulkan, seorang wirausahawan harus mengidentifikasi semua cara pemecahan masalah yang dapat dilaksanakan. Seorang wirausahawan harus memandang sebuah permasalahan dari pelbagai sudut dan mencari cara baru untuk memecahkan masalahnya. Jika kelompok karyawan perusahaan mengurangi jumlah pilihan masalahnya, di sini wirausahawan harus mempertimbangkan masalahnya, agar menjadi luas dan mendalam. Jika seorang wirausahawan di dalam usaha atau bisnisnya meninjau lagi semua pemecahan masalah yang mungkin terdapat di dalam daftar, maka beberapa pemecahan itu dapat digabungkan, sedangkan pemecahan masalah yang lainnya dapat dikesampingkan.

Di bawah ini dikemukakan kriteria yang mungkin sangat berguna, jika seorang wirausahawan ingin mengevaluasi pemecahan masalah yang diusulkannya.
  1. Apakah pemecahan masalah itu dapat diterapkan dengan baik?
  2. Apakah pemeahan masalah itu sudah logis?
  3. Apakah persoalan-persoalan tambahan yang timbul dapat diselesaikan dengan baik?
Adapun prosedur dalam pemecahan masalah, langkah-langkahnya dapat menggunakan metode ilmiah sebagai berikut:
  1. Kenalilah persoalannya secara umum.
  2. Identifikasikan problem-problem utama yang terkait.
  3. Tentukan fakta-fakta dan data-data penting yang berkaitan dengan masalah,
  4. Carilah sebab-sebab problem tersebut,
  5. Pertimbangkanlah pelbagai kemungkinan j alan keluar dari problem tersebut,
  6. Pilihlah jalan keluar yang dapat dilaksanakan dengan baik,
  7. Periksalah, apakah cara penyelesaian masalah tersebut sudah tepat.
Proses berpikir secara ilmiah dapat berlangsung dengan langkah-langkah yang sistematis, berorientasi kepada tujuan, serta menggunakan metode tertentu untuk memecahkan masalah. Pada garis besarnya, pemikiran secara ilmiah dapat berlangsung di dalam memecahkan masalah dengan langkah-langkah sebagai berikut:
  1. Merumuskan tujuan, keinginan, dan kebutuhan, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain.
  2. Merumuskan permasalahan yang berhubungan dengan usaha untuk mencapai tujuan.
  3. Menghimpun fakta-fakta obyektif yang berhubungan dengan masalah yang dipikirkan.
  4. Mengolah fakta-fakta dengan pola berpikir tertentu, baik secara induktif maupun deduktif.
  5. Memilih alternatif yang dirasa paling tepat.
  6. Menguji alternatif itu dengan mempertimbangkan hukum sebab akibat.
  7. Menemukan dan meyakini gagasan.
  8. Mencetuskan gagasan itu, baik secara lisan maupun tulisan.
Ciri-ciri permasalahan usaha
Permasalahan yang dihadapi oleh para wirausahawan, hendaknya berupa masalah-masalah aktual dan menarik. Permasalahan hendaknya mengandung beberapa kemungkinan tindakan, di antara beberapa alternatif dalam pemecahan masalah. Seperti kita ketahui, pemecahan itu merupakan salah satu cara penerapan teori Dewey tentang berpikir reflektif. Menurut Dewey, seorang wirausahawan yang berpikir reflektif itu hendaknya:
  1. Merasa bimbang, bingung, dan kesulitan.
  2. Merumuskan masalah yang ingin dipecahkan, untuk mengatasi kebimbangan dan kebingungan tersebut.
  3. Menguji hipotesis dengan mengumpulkan data faktual sebagai usaha menemukan cara pemecahan masalah, sehingga ketegangan atau kebimbangan dapat diatasi.
  4. Mengembangkan ide untuk memperoleh pemecahan yang terbaik melalui penataran.
  5. Mengambil kesimpulan yang didukung oleh fakta-fakta, atau bukti-bukti eksperimental yang valid dan menolak kesimpulan yang tidak didukung oleh data yang valid.

Langkah-langkah Pemecahan Masalah Usaha
Pemecahan masalah tidak selamanya menempuh pola kerj a pikir yang teratur dan tetap. Pengalaman tiap-tiap wirausahawan di dalam memecahkan masalah yang sama, kadang-kadang berbeda-beda. Berikut ini dikemukakan langkah-Iangkah dalam pemecahan masalah, yakni:
  1. Menyadari dan merumuskan masalah.
  2. Mengkaji masalah dan merumuskan masalah.
  3. Mengumpulkan data-data.
  4. Interpretasi dan verifikasi data.
  5. Pengambilan kesimpulan.
  6. Aplikasi kesimpulan.

Mengidentifikasi Berbagai Usaha

Posted by Aa Umar on 12:30 AM with 2 comments
Strategi usaha dapat bertolak dari kekuatan pelaku, kelemahan pesaing, kemampuan pendukung, perubahan lingkungan, dan sebagainya.

Persaingan, faktor ekonomi, dan analisis finansial yang masuk dalam subyek rencana bisnis, dapat mendekatkan asumsi-asumsi mengenai seberapa besar tingkat keberhasilah dalam usaha.

Kegagalan merupakan bagian yang vital dan perlu pada proses penciptaan tujuan usaha atau bisnis.


Kehidupan berusaha atau berbisnis, belum mendapat posisi terhormat dalam struktur masyarakat. Padahal pembangunan di negara Indonesia sudah berjalan lama, tetapi nasib para pengusaha di dalam masyarakat, belum begitu baik dan membawa hasil yang memuaskan. Dari hasil pengamatan dalam lingkungan usaha di masyarakat, kalau kita bertanya kepada para pengusaha, mereka tidak mau mengikuti kelemahan dan kegagalan dalam usaha atau bisnisnya. Pengusaha akan mengatakan alasan bahwa tidak berkembangnya usaha atau bisnis adalah sebagai berikut:
a. Kurangnya modal usaha atau bisnis.
b. Kurangnya bimbingan dari pemerintah.
c. Usaha atau bisnis adalah dominasi orang Tionghoa.
d. Usaha atau bisnis adalah dominasi orang yang bermodal kuat.
e. Usaha atau bisnis dominasi modal orang asing.

Padahal dari hasil pengamatan dan penelitian, alasan utama kelemahan dan kegagalan dalam bidang usaha atau bisnis adalah:
a. latar belakang usaha atau bisnis yang kurang memadai;
b. kurangnya pengalaman dalam usaha atau bisnis;
c. struktur ekonomi yang belum cocok dengan kondisi ekonomi dunia modern;
d. hambatan nilai-nilai usaha atau bisnis di dalam masyarakat;
e. latar belakang pendidikan para pengusaha yang kurang memadai.

Dari pengalaman dan hasil pengamatan penulis, tergambar dengan jelas bahwa perkembangan usaha atau bisnis di kalangan masyarakat Indonesia, setiap tahun banyak yang lahir dan bangkrut terutama pada perusahaan kecil. Di kota-kota besar, setiap tahunnya generasi muda banyak yang menjadi wirausahawan baru, baik dalam skala usaha yang kecil maupun dalam usaha yang besar. Sepintas lalu, hal ini sangat menggembirakan dan memberi harapan keberhasilan di dalam perkembangan dunia usaha.

Namun, kalau kita amati perkembangan dunia usaha di kalangan masyarakat Indonesia, baik perusahaan kecil, menengah, maupun yang besar, ada juga yang tidak bertahan lama, bahkan ada perusahaan yang tidak berhasil. Dari hasil pengamatan penulis, kekurangmapanan lingkungan usaha di dalam masyarakat akan terbukti ketika sang perintis perusahaan sudah tua atau sakitsakitan, sehingga perusahaannya ikut mengalami proses ketuaan dan kebangkrutan. Dari hasil pengamatan, sering kita jumpai kegagalan usaha wirausahawan adalah dalam bidang keorganisasian, keuangan, administrasi, pembukuan, dan pemasaran.

Kelemahan dalam keorganisasian pada umumnya berupa tidak jelasnya struktur organisasi, pembagian tugas dan wewenang, status karyawan, dan sebagainya. Di bidang keuangan, biasanya lemah path pembuatan anggaran dan pembukuan. Adapun kelemahan di bidang pemasaran adalah ketidakserasian antara program produksi dan penjualan. Begitu pula kelemahan lain, perusahaan sering terjebak dalam perluasan usaha secara emosional, tsnpa didukung data dan fakta yang aktual.

Dari hasil pengamatan penulis, pada umumnya Qasyarakat yang memulai berwirausaha selalu dffiinggapi rasa takut menanggung risiko dan takut kalau usahanya gagal. Begitu pula tanpa adanya kemajuan dalam bidang usaha atau bisnis, dapat dikategorikan bahwa wirausahawan itu di dalam kegiatan usahanya kurang begitu berhasil. Para wirausahawan di dalam memperbesar usaha atau bisnisnya, biasanya selalu diikuti keragu-raguan, rasa pesimis yang kadang-kadang tidak masuk akal dan kurang beralasan. Pada umumnya orang yang berwirausaha, persepsinya kurang kuat, sehingga akhirnya akan menghasilkan keputusan yang kurang tepat. Sebenarnya orang yang ingin berwirausaha, sebaiknya memiliki pengetahuan dasar mengenai ekonomi, hukum, pembukuan, dan membuat perencanaan usaha atau bisnis secara aktual. Selanjutnya, yang harus dipikirkan oleh para wirausahawan adalah bidang usaha apa yang menguntungkan bagi dirinya, keluarganya, masyarakat, bangsa, dan negara.

Setelah mempunyai keyakinan yang positif untuk memulai usaha atau bisnis dalam bidang tertentu maka mulailah membuat proposal usaha atau bisnis. Dengan keyakinan yang kuat dan ditopang adanya modal usaha atau bisnis yang memadai, Insya Allah cita-cita yang sudah direncanakan dalam usaha itu akan dapat dilaksanakan. Dengan bermodalkan pengalaman, usaha atau bisnis sudah dapat dimulai secara kecil-kecilan. Dengan modal ketekunan, tawakal, serta berpikiran positif, Insya Allah usaha atau bisnisnya akan berkembang dan memperoleh kemajuan. Keberhasilan seorang wirausahawan di dalam usaha atau bisnis, akan memberikan kebahagiaan tersendiri bagi dirinya dan keluarganya. Adapun kegagalan di dalam usaha atau bisnis, merupakan pengalaman untuk bangkit kembali dalam berw= isaha.

Kegagalan di dalam berwirausaha harus diterima apa adanya, sebagai pengalaman di dalam usaha atau bisnis. Sebaliknya banyak juga para wirausahawan yang berhasil dan menjadi besar, yang tadinya dimulai dengan merangkak dari bawah dan dari usaha kecil-kecilan. Untuk mentapai tujuan dan kemajuan di dalam usaha atau bisnis, tidak mungkin seperti orang menunggu durian runtuh. Tujuan dan kemajuan di dalam berwirausaha hanya mungkin dapat dicapai melalui:
a. keyakinan dan keimanan yang kuat;
b. peijuangan dan pengorbanan dalam berusaha;
c. kemauan dan keuletan dalam usaha; d. berpikir positif terhadap usaha.

Mengapa banyak usaha atau bisnis di kalangan masyarakat yang mulanya sukses, justru pada akhirnya mengalami kemacetan setelah berkembang. Menurut hasil pengamatan penulis, dalam lingkungan usaha atau bisnis di kalangan masyarakat ada banyak faktor kelemahan dan kegagalan yang diidentifikasikan, yaitu sebagai berikut:
  1. Terlambat mengadakan penyesuaian dengan kondisi clan situasi bisnis yang sedang berlaku.
  2. Terlambat mengadakan pembaharuan di bidang produksi, teknik kerja, pengelolaan usaha, dan pemasaran.
  3. Perkembangan usaha yang terlalu mendadak, tanpa diikuti peningkatan sikap dan kemampuan mengelola usaha.
  4. Lupa daratan, mabuk kepayang, ikut terjun dalam kegiatan lain yang tidak ada kaitannya dengan usaha atau bisnis.
  5. Makin menuanya umur pemilik perusahaan dan kepemimpinannya juga turut menua.
  6. Sikap para pemilik perusahaan sangat tertutup dan tidak mau menerima adanya pembaharuan-pembaharuan.
  7. Tidak melakukan persiapan jauh jauh hari sebelumnya, sehingga waktu perkembangan datang, para pengusaha kalang kabut.
Jika mereka belum berpengalaman di dalam mengelola usaha atau bisnis, sudah jelas akan mengalami kesulitan, dan tragisnya akan mengalami suatu kegagalan. Pada dasarnya, dari hasil pengamatan dalam lingkungan usaha, faktor-faktor penghambat di dalam usaha atau bisnis itu dapat diidentifikasikan sebagai berikut:

a. Tidak adanya perencanaan usaha yang tepat.
b. Kurangnya pengalaman di dalam usaha.
c. Tidak cocok di dalam memilih jenis usaha.
d. Keuangan atau permodalan usaha sangat kurang.
e. Tidak adanya interes pada bidang usaha yang sedang digeluti.
f. Tidak mempunyai keahlian di dalam bidang usaha.
g. Tidak percaya pada kemampuan diri sendiri.
h. Tidak mempunyai semangat kewirausahaan.
i. Tidak ada dukungan dari pemerintah setempat.

Berdasarkan pengamatan dalam bidang perekonomian di Indonesia pada periode tahun 1945, kegiatan usaha atau bisnis masih kurang berkembang dan menguntungkan, karena:
a. kurangnya komunikasi dan informasi di bidang usaha atau bisnis;
b. luas pasar yang sangat terbatas;
c. masih adanya monopoli kekuasaan di perusahaan-perusahaan Belanda yang ada di Indonesia;
d. masih adanya kedudukan istimewa keturunan Cina di dalam usaha atau bisnis;

Dalam tahun 1965, kalau kita amati mengenai lingkungan usaha atau bisnis, pemerintah banyak mendorong tumbuhnya dunia usaha atau bisnis yang dijalankan para wirausaha Indonesia melalui cara-cara sebagai berikut:
a. Memberi kemudahan-kemudahan di dalam mendirikan perusahaan.
b. Memberi kemudahan-kemudahan di dalam mendapatkan kredit.
c. Memberi pengeluaran lisensi secara istimewa.
d. Membuka atase ekonomi perdagangan di pusatpusat perdagangan dunia.
e. Mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
f. Pendirian dan pembukaan sekolah-sekolah kejuruan dan kursus-kursus usaha atau bisnis.

Akan tetapi menurut pengamatan, ternyata tidak semua bidang usaha atau bisnis berhasil. Dalam hal ini, permasalahannya disebabkan:
a. adanya situasi dan kondisi politik ekonomi, keamanan yang tidak menguntungkan;
b. masih kurangnya pengalaman pemerintah dan masyarakat di bidang usaha atau bisnis;
c. masih kurangnya kesadaran dan dukungan masyarakat dalam bidang usaha atau bisnis.

Permasalahan bidang usaha di samping adanya hambatan dalam struktural, penulis juga menemukan adanya hambatan di dalam sistem sosial masyarakat, seperti:
a. adanya anggapan yang rendah dari masyarakat terhadap dunia usaha atau bisnis;
b. adanya nepotisme dan feodalisme di dalam bidang usaha atau bisnis;
c. adanya sikap kompromistis dan kurang ambisius di dalam mengelola bidang usaha atau bisnis;
d. adanya wirausaha yang tidak berani mengambil risiko di dalam bidang usaha atau bisnis.

Menurut pengamatan dalam lingkungan usaha, terungkap bahwa dunia usaha atau bisnis, mempunyai peranan penting dan saling berkaitan dengan eksistensi ekonomi nasional.
Dunia usaha atau bisnis merupakan tulang punggung dalam kehidupan perekonomian Indonesia. Di dalam permasalahan usaha, kita dapat membuat perhitungan tentang bagaimana cara mengatasi kelemahan-kelemahan dalam bidang usaha yang ada, serta bagaimana mewujudkan rencana kehidupan dunia usaha untuk masa depan yang lebih cerah.

Kegiatan usaha atau bisnis yang dikembangkan para wirausaha, kalau kita amati banyak yang bergerak dalam bidang waralaba, cafe, asuransi, perbankan, rumah sakit, swalayan, pujasera, usaha' toko, rental, rumah makan, distributor, grosir, kiospon, elektronika, perhotelan, biro perjalanan wisata, pabrik tekstil, pabrik sepatu, pabrik pupuk, dan lain sebagainya. Akan tetapi, pilihan bidang usaha tersebut tergantung pada minat, pengetahuan, keterampilan, keahlian, manajemen, dan fasilitas yang ada. Secara singkat pilihan bidang usaha berikut permasalahannya tampaknya mencakup bidang produksi, perdagangan, dan jasa.

Namun menurut pengamatan kami, tidak dapat dipungkiri bahwa bidang usaha apapun jenis dan bentuknya, merupakan salah satu sendi kehidupan ekonomi negara Indonesia, karena:
a. dunia usaha ikut serta menyediakan lapangan kerja;
b. dunia usaha merupakan ujung tombak industri nasional;
c. dunia usaha ikut serta membayar pajak kepada pemerintah;
d. dunia usaha memproduksi banyak sektor kebutuhan pokok rakyat;
e. dunia usaha menjadi pedagang perantara.

Tujuan dunia usaha atau bisnis adalah ingin mencapai hasil atau keuntungan yang memuaskan bagi pemiliknya, para konsumen, para karyawan, masyarakat, dan pemerintah. Untuk mencapai tujuan tersebut, para wirausaha diharapkan mampu:
a. merumuskan tujuan usaha, sasaran usaha, dan perencanaan usaha;
b. merencanakan biaya atau modal usaha;
c. membuat dan mempraktikan rencana usaha;
d. merencanakan laba atau keuntungan usaha.

Adapun yang menjadi permasalahan dalam usaha atau bisnis menurut Alex S. Nitisemito (Ghalia Indonesia 1980), membagi dua sebab kegagalan perusahaan, yaitu kegagalan yang dapat dihindarkan dan kegagalan yang tidak dapat dihindarkan.

Kegagalan yang dapat dihindarkan sebenarnya tidak perlu terjadi, seandainya pengusaha mau dan mampu mengatasinya, seperti adanya mismanajemen, tidak ada perencanaan, banyak piutang ragu-ragu, pelayanannya yang kurang memuaskan, produknya kekurangan atau ketinggalan mode, dan lain sebagainya. Sedangkan kegagalan yang tidak dapat dihindarkan, yaitu suatu keadaan yang tidak dapat dihindarkan para wirausaha, seperti terjadinya bencana alam, kecelakaan, kebakaran, dan lain sebagainya. Permasalahan selanjutnya menurut Alex S. Nitisemito dalam bukunya "Sebab-sebab Kegagalan Perusahaan (Ghalia Indonesia 1980), menyebutkan, sebab-sebab kegagalan dalam perusahaan adalah sebagai berikut:
  1. Kurang ulet dan leka putus asa
  2. Kurang tekun dan kurang teliti
  3. Kurang inisiatif dan kurang kreatif d. Tidak jujur dan tidak tepat janji
  4. Kekeliruan di dalam memilih lapangan usaha f. Memulai usaha langsung secara besar-besaran
  5. Memulai usaha tanpa pengalaman dengan modal hasil pinj aman
  6. Mengambil kredit tanpa pertimbangan masakmasak
  7. Kurang dapat menyesuaikan dengan selera konsumen atau pembeli
  8. Pelayanan yang kurang baik
  9. Banyaknya piutang ragu-ragu
  10. Banyaknya pemborosan dan penyelewengan m. Kekeliruan menghitung harga pokok
  11. Menyamakan perusahaan sebagai badan sosial
  12. Tidak ada pemisahan antara harta pribadi dan harta perusahaan
  13. Kemacetan keuangan yang sering teijadi
  14. Kurangnya pengawasan atau kurang pengendalian
Berdasarkan pengamatan mengenai lingkungan usaha, sebenarnya para wirausaha tidak perlu harus mengalami kegagalan di dalam usahanya, kalau saja dari semula atau di tengah perjalanan, usahanya dapat menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman (Analisis SWOT).

Dalam era globalisasi di mana orang membicarakan visi perdagangan pada tahun 2020, maka mau tidak mau perlu adanya suatu pemberdayaan yang sangat tajam terhadap para wirausaha Indonesia, untuk berkiprah secara lebih mantap di dalam mengelola usaha atau bisnis tingkat nasional, maupun internasional. Begitu pula dalam momentum APEC yang mencanangkan liberalisasi perdagangan, tentu memacu persaingan ekonomi global yang tidak bisa terhindarkan.

Para wirausaha Indonesia di dalam menghadapi permasalahan liberalisasi, mau tidak mau perlu meningkatkan kualitas kinerja di dalam usahanya. Menurut pengamatan Karakaya dan Kobu (1994), mengidentifikasikan tiga kelompok permasalahan penyebab kegagalan usaha atau bisnis yaitu sebagai berikut:

a. Kelompok pertama berkaitan dengan produk dan pasar antara lain:
  • timing peluncuran (launching) produk yang kurang tepat;
  • desain produk yang tidak sesuai dengan keinginan konsumen;
  • strategi distribusi produk yang tidak tepat;
  • tidak mampu mendefinisikan usaha yang sedang dijalankannya.
b. Kelompok kedua berkaitan dengan masalah finansial, meliputi:
  • terlalu rendah dalam memperhitungkan kebutuhan dana;
  • terlalu dini berutang dalam jumlah besar.
c. Kelompok ketiga berkaitan dengan masalah manajemen, yaitu:
  • terlalu bersikap nepotisme;
  • sumber daya manusia yang lemah;
  • tidak menggunakan konsep tim.
Menurut pendapat Peter Drucker, ada empat jebakan permasalahan yang dihadapi oleh wirausaha dan kewirausahaan pada perusahaan, yaitu:
a. bersikeras bahwa dialah yang lebih mengetahui dibanding pasar;
b. terlalu yakin bahwa profit adalah segalanya;
c. tumbuh melebihi kapabelitas manajemen;
d. mementingkan dirinya sebelum bisnis.

Menurut pengamatan penulis di dalam lingkungan usaha, kenyataannya begitu perusahaan-perusahaan baru pada awalnya berjalan mulus atau lancar, akan tetapi tiba-tiba mengalami kemunduran.