Tuesday, October 06, 2009

Smadav: AntiVirus Karya Anak Bangsa...

Posted by Aa Umar on 5:09 AM with 5 comments

Pengebalan flashdisk (menggunakan folder autorun.inf) telah disempurnakan lagi dan sebelumnya akan ada konfirmasi sehingga Anda bisa memutuskan apakah suatu flashdisk ingin dikebalkan atau tidak.
Sebagai informasi, dari sampel-sampel virus yang di-upload pengguna ke situs Smadav.net, penyebaran virus lokal saat ini sudah mulai turun drastis di Indonesia. Mungkin ini dikarenakan sudah banyaknya antivirus lokal yang bisa membasmi virus-virus lokal. Dan juga karena pengguna Windows XP yang sudah berkurang karena sebagian sudah meng-upgrade sistem operasinya menjadi Windows Vista atau Windows 7 yang sangat aman dari infeksi virus khususnya virus lokal. Penyebaran virus di Indonesia lebih banyak didominasi oleh virus dan malware internasional yang tentunya tidak bisa diatasi Smadav. Anda wajib dan sangat disarankan menggunakan antivirus internasional untuk perlindungkan komputer Anda dari virus dan malware internasional ini.
Penambahan database 100 virus baru
Virus (atau lebih tepatnya Malware) yang banyak menyebar di Indonesia saat ini kebanyakan adalah virus buatan luar negeri yang sifatnya masih mirip dengan virus lokal. Virus-virus inilah yang menjadi target-target Smadav versi terbaru ini. Virus lokal sendiri saat ini sudah mulai menurun penyebarannya dan sangat jarang ditemukan. Ini kami simpulkan dari sampel-sampel virus yang di-upload oleh Smadaver di www.smadav.net.
Smadav Virus Scanner Engine (SmadEngine.dll)
Engine lama Smadav yang telah digunakan sejak 2006 tidak digunakan lagi sejak Smadav 2010 Rev. 8.1 ini. Perombakan ulang Virus Scanner Engine inilah yang membuat rilis Smadav tertunda sebulan lebih. Engine terbaru ini benar-benar ditulis ulang dari nol menggunakan bahasa pemrograman C++ dengan menyempurnakan engine sebelumnya yang masih ditulis dengan Visual Basic. Sebagian besar teknik pendeteksian virus yang ada di engine baru ini telah dirubah dan disempurnakan menjadi lebih baik. Penggunaan memori di engine baru lebih stabil dan efisien dibandingkan engine lama, begitu pula kecepatan scanning yang juga menjadi lebih cepat.
Kompatibel di Windows Vista & 7
Pada Rev. 8 dan rev-rev sebelumnya Smadav memang masih belum kompatibel 100% di Windows Vista dan Windows 7. Tapi di Rev. 8.1 ini Smadav baik scanner maupun protector-nya sudah mendukung dan kompatibel 100% untuk digunakan di Windows Vista dan Windows 7.
Berikut ini adalah daftar lengkap penyempurnaan Smadav 2010 Rev. 8.1 :
  • Engine scanner baru (SmadEngine.dll) untuk mendeteksi virus lebih cepat dan akurat.
  • External Database (Smadav.loov) untuk memudahkan update database untuk Revisi berikutnya.
  • Plug-in klik kanan di explorer terbaru (SmadExtc.dll) yang lebih baik.
  • Kompatibel di Windows Vista & 7.
  • Pendeteksian beberapa Virus Internasional yang banyak menyebar di Indonesia (Sality & Alman) sudah lebih cepat dan akurat.
  • Penambahan database lebih dari 100 virus baru beserta varian-variannya
  • Perbaikan false alarm pada beberapa file.
  • Penyempurnaan metode blacklist key ilegal Smadav Pro
  • Perubahan struktur tim Smadav untuk tahun 2010
  • Penambahan menu uninstall di Tray Icon untuk memudahkan proses uninstall
  • Dan banyak penyempurnaan lainnya …

Mau?? silahkan Download versi terbarunya.

Sunday, October 04, 2009

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Posted by Aa Umar on 2:45 AM with 7 comments
PERENCANAAN PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPETENSI DAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL
Sumber: KTSP, Panduan bagi Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas, Karya: Mansur Muslich


A. Pengertian Perencanaan Pembelajaran atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Perencanaan pembelajaran atau biasa disebut Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rancangan pembelajaran mata pelajaran per unit yang akan diterapkan guru dalam pembelajaran di kelas. Berdasarkan RPP inilah seorang guru (baik yang menyusun RPP itu sendiri maupun yang bukan) diharapkan bisa menerapkan pembelajaran secara terprogram. Karena itu, RPP harus mempunyai daya terap (aplicable) yang tinggi. Tanpa perencanaan yang matang, mustahil target pembelajaran bisa tercapai secara maksimal. Pada sisi lain, melalui RPP pun dapat diketahui kadar kemampuan guru dalam menjalankan profesinya.

Sebagaimana rencana pembelajaran pada umumnya, rencana pembelajaran berbasis kompetensi melalui pendekatan kontekstual dirancang oleh guru -yang akan melaksanakan pembelajaran di kelas¬yang berisi skenario tentang apa yang akan dilakukan siswanya sehubungan topik yang akan dipelajarinya. Secara teknis rencana pembelajaran minimal mencakup komponen-komponen berikut.
(1) Standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator pencapaian hasil belajar.
(2) Tujuan pembelajaran.
(3) Materi pembelajaran.
(4) Pendekatan dan metode pembelajaran.
(5) Langkah-langkah kegiatan pembelajaran.
(6) Alat dan sumber belajar.
(7) Evaluasi pembelajaran.

Berbeda dengan rencana pembelajaran yang dikembangkan oleh paham objektivis yang menekankan rincian dan kejelasan tujuan, rencana pembelajaran kontekstual -yang dikembangkan oleh paham konstruktivis- menekankan pada tahap-tahap kegiatan (yang mencerminkan proses pembelajaran) siswa dan media atau sumber pembelajaran yang dipakai. Dengan demikian, rumusan tujuan yang spesifik bukan menjadi prioritas dalam penyusunan rencana pembelajaran kontekstual karena yang akan dicapai lebih pada kemajuan proses belajarnya.

B. Langkah-langkah Guru dalam Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Langkah yang patut dilakukan guru dalam penyusunan RPP adalah sebagai berikut:
  • Ambillah satu unit pembelajaran (dalam silabus) yang akan diterapkan dalam pembelajaran.
  • Tulis standar kompetensi dan kompetensi dasar yang terdapat dalam unit tersebut.
  • Tentukan indikator untuk mencapai kompetensi dasar tersebut.
  • Tentukan alokasi waktu yang diperlukan untuk mencapai indikator tersebut.
  • Rumuskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dalam pem¬belajaran tersebut.
  • Tentukan materi pembelajaran yang akan diberikan/dikenakan kepada siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan.
  • Pilihlah metode pembelajaran yang dapat mendukung sifat materi dan tujuan pembelajaran.
  • Susunlah langkah-langkah kegiatan pembelajaran pada setiap satuan rumusan tujuan pembelajaran, yang bisa dikelompokkan menjadi kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.
  • Jika alokasi waktu untuk mencapai satu kompetensi dasar lebih dari 2 (dua) jam pelajaran, bagilah langkah-langkah pembelajaran menjadi lebih dari satu pertemuan. Pembagian setiap jam pertemuan bisa didasarkan pada satuan tujuan pembelajaran atau sifat/tipe/ jenis materi pembelajaran.
  • Sebutkan sumber/media belajar yang akan digunakan dalam pembelajaran secara konkret dan untuk setiap bagian/unit pertemuan.
  • Tentukan teknik penilaian, bentuk, dan contoh instrumen penilaian yang akan digunakan untuk mengukur ketercapaian kompetensi dasar atau tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Jika instrumen penilaian berbentuk tugas, rumuskan tugas tersebut secara jelas dan bagaimana rambu-rambu penilaiannya. Jika instrumen penilaian berbentuk soal, cantumkan soal-soal tersebut dan tentukan rambu-rambu penilaiannya dan/atau kunci jawa¬bannya. Jika penilaiannya berbentuk proses, susunlah rubriknya dan indikator masing-masingnya.
C. Format Penyusunan RPP
Ada beberapa alternatif format rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang bisa dikembangkan. Format yang dipilih guru sangat ber¬gantung pada sifat materi pembelajaran dan selera/kehendak kurikulum yang sedang berlaku. Yang penting adalah ketika memutuskan penggunaan format tertentu harus dilakukan secara sadar dan rasional.

Berikut ini dicantumkan tiga jenis format RPP yang biasa digunakan oleh guru. Dari ketiga format tersebut, KTSP rupanya cenderung atau berselera dengan format 1.
Setelah format dipilih, secara hierarkis langkah-langkah pokok pe¬nyusunan rencana pembelajaran atau silabus berbasis kompetensi dengan pendekatan CTL adalah sebagai berikut.
  • Bukalah Silabus Mata Pelajaran tertentu (SD/MI, SMP/MTs, atau SMA/MA - sesuai dengan tugas Anda)! Di sana Anda akan menjumpai kompetensi dasar, materi pokok, dan pencapaian hasil belajar, yang dikelompokkan berdasarkan kelas dan semester. Sebagai contoh, apabila Anda seorang guru Bahasa Indonesia di SMP/MTs dan akan mengajar siswa kelas II cawu 1, pada Bab 2 akan Anda jumpai rumusan kompetensi dasar, materi pokok, dan indikator pencapaian hasil belajar sebagai berikut:
  • Setelah memilih kompetensi dasar, materi pokok, dan indikator pencapaian hasil belajar sesuai dengan tabel tersebut, nyatakan kegiatan utama pembelajarannya! Rumusan kegiatan ini diperoleh dari penggabungan antara kompetensi dasar, materi pokok, dan indikator pencapai tujuan. Tabel di atas dapat dirumuskan dalam bentuk pernyataan kegiatan utama pembelajaran sebagai berikut:
"Setelah membaca dalam hati teks yang mengandung tabel atau diagram, siswa menjelaskan isi tabel atau diagram kepada teman sekelompoknya. "

Catatan:
Rumusan yang berupa pernyataan kegiatan utama pembelajaran merupakan salah satu dari sekian banyak rumusan. Guru bisa membuat rumusan sendiri sekiranya rumusan tersebut dianggap kurang pas karena penekanannya tidak sesuai dengan keinginan guru.
  • Rumuskan tujuan umum pembelajarannya! Rumusan tujuan ini mengacu pada indikator pencapaian hasil belajar dan kegiatan utama pembelajaran!
  • Rincilah media yang dapat mendukung kegiatan pembelajaran! Penentuan media hendaknya memenuhi ciri-ciri, antara lain sesuai dengan tujuan pembelajaran, membangkitkan minat belajar siswa, memberikan kesempatan siswa untuk berpartisipasi aktif, esensial, ketersediaan, kemudahan penerapan, dan kealamiahan.
  • Susunlah skenario yang berupa tahap-tahap kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan siswa! Skenario kegiatan harus mencerminkan aktualisasi prinsip pembelajaran berbasis kompetensi dan komponen utama pendekatan kontekstual.
  • Tentukan penilaian autentiknya! Dengan data apa siswa dapat diamati partisipasinya dalam belajar. Data ini bisa diarahkan pada setiap tahapan kegiatan siswa dari awal sampai akhir kegiatan, termasuk hasil belajarnya.
Hasil dari langkah-langkah rencana pembelajaran berbasis kom¬petensi dengan pendekatan kontekstual terlihat pada contoh berikut. Dengan contoh ini diharapkan guru bisa mengadaptasikannya ketika harus menyusun rencana pembelajaran atas mata pelajaran yang diampunya. Contoh yang tersaji berikut juga merupakan salah satu model dari sekian banyak model yang ada. Guru pun bisa mengem¬bangkan model rencana pembelajaran lain. Hal yang penting adalah prinsip-prinsip dan karakteristik pembelajaran berbasis kompetensi dan pendekatan kontekstual menjadi dasar pengembangannya.

CONTOH RPP

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah : SMP
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester : VIII/1

Standar Kompetensi :
12. Mengungkapkan informasi dalam bentuk rangkuman, teks berita, slogan/poster.

Kompetensi Dasar :
12.2 Menulis teks berita secara singkat, padat, dan jelas.

Indikator :
(1) Mampu menyusun data pokok berita.
(2) Mampu merangkai data pokok-pokok berita menjadi berita yang singkat, padat, dan jelas.
(3) Mampu menyunting berita.

Alokasi Waktu : 4 x 40 menit ( 2 pertemuan)

1. Tujuan Pembelajaran
Siswa dapat menulis teks berita dengan singkat, padat, dan jelas.

2. Materi Pembelajaran
Penulisan teks berita
a. Teks berita.
b. Unsur-unsur berita.
c. Cara penulisan teks berita.
d. Praktik penulisan teks berita.

3. Metode Pembelajaran
a. Pemodelan
b. Tanya jawab
c. Inkuiri
d. Demonstrasi

4. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan Pertama
a. Kegiatan Awal
1) Siswa diajak melihat koran yang diperlihatkan/dibawa guru.
2) Siswa dan guru bertanya jawab tentang berita dan kebermaknaan menulis berita.
3) Siswa berkelompok.

b. Kegiatan Inti
1) Siswa menerima potongan wacana berita.
2) Secara berkelompok siswa memasangkan potongan berita sesuai dengan isinya.
3) Siswa diajak membahas hasil kerja dan menyimpulkan ciri-ciri isi berita dan urutan penyajian.
4) Secara berkelompok, siswa mengidentifikasi gambar yang beris peristiwa menarik.
5) Siswa menulis data gambar berdasarkan hasil identifikasi.
6) Secara berkelompok siswa menyusun pokok-pokok berita dengan memerhatikan unsur 5 W + 1 H berdasarkan hasil identifikasigambar.
7) Siswa dan guru menyusun rubrik penilaian.
8) Secara berkelompok siswa dipandu guru menulis teks berita secara singkat, padat, dan jelas. .

c. Kegiatan Akhir
1) Siswa dan guru melakukan refleksi.
2) Siswa mendapatkan tugas untuk mendata hal-hal yang terdapat di lingkungan sekolahnya yang dapat diangkat sebagai berita dan menuliskan pokok-pokok beritanya dengan memerhatikan 5 W+1 H.

Pertemuan Kedua
a. Kegiatan Awal
1) Siswa dan guru bertanya jawab tentang tugas rumah penulisan teks berita.

b. Kegiatan Inti
1) Siswa mendiskusikan hasil tugas rumahnya dengan bimbingan guru.
2) Siswa mengembangkan pokok-pokok berita menjadi sebuah teks berita dengan memerhatikan 5 W + 1 H.
3) Secara berkelompok, siswa menilai hasil kerja temannya dengan rubrik yang sudah disepakati kemudian menyuntingnya.
4) Siswa memperbaiki tulisan berdasarkan hasil suntingan teman.
5) Siswa dan guru memilih tiga tulisan terbaik.
6) Siswa memajang berita terbaik dari masing-masing kelompok di papan pajang kelas.
7) Tulisan terbaik diberi penghargaan.

c. Kegiatan Akhir
1) Siswa dan guru melakukan refleksi.

5. Sumber Belajar
a. Koran
b. Buku Pelajaran Bahasa

6. Penilaian
a. Teknik : Penugasan
b. Bentuk instrumen : Tugas proyek
c. Soal /Instrumen :

1) Tulislah data pokok berita yang kamu peroleh dari lingkungan sekolahmu!

Pedoman Penskoran
2) Kembangkan data pokok berita menjadi sebuah teks berita! Rubrik penilaian teks berita
2. Suntinglah tulisanmu berdasarkan hasil penilaian temanmu, guru, dan berdasar¬kan pendapatmu!


Skor maksimal:
No 1) = 5
No 2) = 10
No 2. = 6
Jumlah = 21

Penghitungan nilai akhir dalam skala 0-100 adalah sebagai berikut:








…………………….,……………

Guru Mata Pelajaran




.................................
NIP