Wednesday, June 08, 2011

Pengembangan Media Audio Visual (A)

Posted by Aa Umar on 8:57 PM with 26 comments
PENGEMBANGAN MEDIA AUDIO VISUAL

Oleh: Kelompok IX (Kelas B)
Meli Fitriana, Rian Bagus Satrio, Slamet Wahyudi


BAB I
PENDAHULUAN

Pendidikan memegang peranan yang amat penting untuk menjamin kelangsungan hidup suatu masyarakat atau bangsa. Hal ini disebabkan pendidikan merupakan wahana untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia. Di era globalisasi saat ini pendidikan sangat berkaitan erat dengan teknologi. Karena teknologi dapat membantu pendidikan lebih efektif dan efisien.

Dalam pengajaran atau proses belajar mengajar guru memegang peran sebagai sutradara ataupun aktor. Guru sebagai tenaga profesional harus memiliki sejumlah kemampuan mengaplikasikan berbagai teori belajar dalam bidang pengajaran misalnya kemampuan membuat suasana belajar yang menunjang tercapainya tujuan pendidikan. Dalam penerapan pembelajaran di sekolah, guru dapat menciptakan suasana belajar yang menarik perhatian dengan memanfaatkan media pembelajaran yang kreatif, inovatif dan variatif, sehingga pembelajaran dapat berlangsung dengan mengoptimalkan proses dan berorientasi pada prestasi belajar.

Makalah yang berjudul “Pengembangan Media Audio Visual Aid (AVA)” ini membahas suatu pengembangan dari salah satu media pembelajaran yaitu media yang membantu dalam proses pengajaran yang dapat didengar dan dapat dilihat.

Semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan bagi kita dan tentunya makalah ini jauh dari kesempurnaan, dengan demikian kami mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca sekalian.


BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Pengembangan Media Audio Visual Aid

Kata media berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah berarti “tengah”, perantara atau pengantar. Berlach dan Ely (1971) mengatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan atau sikap. Media pembelajaran yaitu sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran, dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan belajar.

Audio berarti radio (suara) dan visual berarti grafik, gambar, dapat dilihat, serta aid yaitu pertolongan. Jadi audio visual berarti kombinasi antara gambar dan suara. Sehingga dapat kami simpulkan bahwa media audio visual yaitu benda yang dapat dimanipulasikan, dilihat, didengar, dibaca, atau dibicarakan beserta instrumen yang dipergunakan dengan baik dalam kegiatan belajar mengajar, dapat mempengaruhi efektifitas, program instruksional. Atau AVA yaitu alat bantu yang mengkombinasikan antara gambar dan suara.

Sedangkan pengertian dari pengembangan media pembelajaran adalah suatu usaha penyusunan program media pembelajaran yang lebih tertuju pada perencanaan media. Pada waktu Perang Dunia II alat-alat audio visual sanggup meningkatkan efisiensi pengajaran antara 25%-50% karena 75% dari pengetahuan manusia sampai ke otaknya melalui mata dan yang selebihnya melalui pendengaran dan indera-andera yang lain.

B. Ciri-ciri AVA

Menurut Rudi Bretz (1977), ciri-ciri AVA yaitu:
a. Suara
b. Visual
c. Gerak : gambar visual, garis, simbol

Alat-alat audio-visual baru ada faedahnya kalau yang menggunakannya telah mempunyai keterampilan yang lebih dari memadai dalam penggunaannya. Hal itu menimbulkan kepercayaan pada diri yang menyampaikan. Keempat pokok penting dalam cara menggunakan alat-alat audio visual sebagai berikut:

1. Persiapan
a. Pelajari tujuan
b. Persiapkan pelajaran
c. Pilih dan usahakan alat yang cocok
d. Berlatih menggunakan alat
e. Periksa tempat

2. Penyajian

a. Menyusun kata pendahuluan
b. Menarik perhatian
c. Menyatakan tujuan
d. Menggunakan alat
e. Mengusahakan penampilan yang bermutu

3. Penerapan

a. Praktek
b. Pertanyaan-pertanyaan
c. Ujian
d. Diskusi

4. Kelanjutan

Kelanjutan yang dimaksud adalah pengulangan. Pendekatan secara menyeluruh dan berulang-ulang besar sekali pengaruhnya. Oleh karena itu, dimana ada kesempatan, pelajaran atau pesan yang telah diberikan harus diulang-ulang.

C. Pembagian media audio visual

Media audio visual dapat dibedakan kedalam beberapa bagian:


D. Pengembangan Media Audio Visual

Pada pembahasan di atas telah disinggung mengenai apa itu media audio visual, ciri-ciri, pembagian media tersebut dan manfaatnya. Seiring dengan teknologi yang semakin berkembang, untuk menyampaikan suatu bahan pembelajaran sudah jarang sekali menggunakan media-media seperti yang telah disebutkan di atas. Saat ini para penyampai pembelajaran tidak hanya menggunakan media yang bersifat formal tetapi terkadang menggunakan suatu contoh nyata yang dikemas dalam sebuah rekaman film. Seorang guru atau penyampai pendidikan harus mampu menampilkan sesuatu yang menarik agar apa yang akan disampaikan dapat difahami oleh audience. Dan hal itu membutuhkan suatu keahlian.
Film merupakan hasil karya seni yang berasal dari perpaduan banyak unsur, seperti suara, gambar, dan gerak, dll. Kamera merupakan salah satu aspek penting dalam suatu pembuatan film, fungsi kamera yaitu mengambil/merekam adegan-adegan yang diarahkan oleh sang sutradara kemudian divisualisasikan oleh pemain-pemain yang melakukan adegan-adegan. Supaya dapat mengambil gambar yang menarik dan dapat dipahami, kita harus mengetahui jenis-jenis kamera, mengenal cara-cara atau teknik memegang kamera, teknik pengambilan gambar, unsur-unsur dalam pengambilan gambar, dll.
Terdapat beberapa jenis kamera seperti kamera foto, kamera film dan kamera video. Untuk membuat bahan pembelajaran biasanya menggunakan kamera video. Kamera video memiliki persamaan dengan kamera film karena menghasilkan gambar bergerak (still motion), namun yang membedakan yaitu bahan bakunya yang berupa kaset video yang setelah pengambilan gambar hasilnya dapat langsung dilihat karena terjadinya gambar secara optis dan elektronis. Contoh : kamera Betacam, MiniDV, HDCam.
Teknik-teknik yang terdapat pada pengambilan gambar sangat bervariasi, sehingga saat kita menonton suatu film tampak macam-macam sudut pandang pengambilan gambar yang merupakan hal penting dalam film. Penonton akan merasa jenuh apabila gambar yang disajikan terlihat monoton. Adapun teknik-teknik yang ada dalam pengambilan gambar yaitu :
1. Sudut pengambilan gambar (Camera Angle)
2. Ukuran gambar (frame size)
3. Gerakan kamera (moving camera)
4. Gerakan objek (moving object)

Setelah mengetahui teknik-teknik dalam pengambilan gambar, ada beberapa elemen penting yang harus ada di dalam gambar. Adapun elemen-elemen tersebut yaitu :
a. Motivasi
b. Informasi
c. Komposisi
d. Suara
e. Sudut Kamera
f. Kontinuitas

Selain teknik-teknik maupun tata cara pengambilan gambar yang harus dimiliki oleh seorang kameramen yaitu sense of art atau rasa seni, karena gambar yang diambil oleh kameramen merupakan karya seni. Setiap orang memungkinkan untuk menguasai teknik-teknik pengambilan gambar namun apabila tidak memiliki rasa seni atau keindahan maka hasil yang didapatpun kurang maksimal.
Selain memanfaatkan film sebagai media belajar, pendidik juga dapat memanfaatkan internet untuk mengakses beberapa informasi yang tidak ditemukan pada buku pelajaran yang dijadikan referensi. Dengan internet kita bisa mengetahui keadaan dunia luar yang tidak terjangkau oleh kaki kita. Akses informasi bisa memicu peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya mereka yang bermukim di pelosok-pelosok daerah.
Teknologi informasi diakses dan dijamah hingga di sudut-sudut yang sulit diterka keberadaannya. Internet merambah ke ruang privat, tanpa membutuhkan izin dan sensor sang pemilik. Bahasa-bahasa cyber yang mencirikan sebuah hubungan pertemanan dan komunitas tertentu dilakoni dengan baik oleh anak-anak yang bahkan tak pernah mengenal komunitas tersebut.
Maksimalisasi peran teknologi dan informasi dengan menempatkannya sebagai sarana peningkatan kualitas hidup masyarakat adalah salah satu solusi dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan bangsa.
Masyarakat dunia, termasuk Indonesia menyadari pentingnya pertumbuhan bangsa yang sadar dan cepat menangkap informasi sehingga akan berdampak pada pertumbuhan pengetahuan-pengetahuan yang menjadi dasar bagi terbentuknya masyarakat berpengetahuan. Pada akhirnya tidak ada lagi negara berkembang dan negara terbelakang dari segi pengetahuan dan kemandirian.
Masyarakat informasi dan berpengetahuan telah menjadi tujuan bersama yang telah ditetapkan di dalam KTT tersebut. Pengetahuan menjadi modal bagi pembangunan ekonomi, menggantikan sumber daya alam yang dapat terdepresiasi dan mengakibatkan kerusakan lingkungan yang berujung pada kerugian umat manusia.

E. Kegunaan media audio visual

1) Memberikan dasar-dasar konkrit untuk berfikir. Alat-alat tersebut mempermudah orang menyampaikan pengertian atau informasi dengan cara yang lebih konkrit atau lebih nyata daripada yang disampaikan oleh kata-kata yang diucapkan, dicetak atau ditulis.
2) Media audio visual memberi dorongan dan motivasi serta membangkitkan keinginan untuk mengetahui dan menyelidiki, yang akhirnya menjurus kepada pengertian yang lebih baik.
3) Membuat pelajaran lebih menarik.
4) Memungkinkan hasil belajar lebih tahan lama tinggal dalam ingatan.
5) Memberikan pengalaman-pengalaman yang nyata
6) Mengembangkan keteraturan dan kontinuitas berfikir
7) Dapat memberikan pengalaman-pengalaman yang tidak diperoleh lewat cara lain dan membuat kegiatan belajar lebih mendalam efisien dan beraneka ragam.
8) Media audio visual dapat mengatasai batasan ruang
9) Media audio visual dapat mengatasi batasan waktu
10) Media audio visual dapat menyederhanakan obejek yang terlalu komplek
11) Media audio visual dapat memperbesar dan memperkecil ukuran objek
12) Media audio visual dapat dilakukan berulang kali.


BAB III
KESIMPULAN

Dari pembahasan di atas dapat kami simpulkan bahwa media audio visual aid adalah suatu media yang membantu pembelajaran yang mengkombinasikan gambar dan suara.
Pengembangan media audio visual aid yaitu suatu usaha penyusunan program media pembelajaran yang lebih tertuju pada perencanaan media berupa media audio visual (dengar-pandang).
Alat-alat audio-visual baru ada faedahnya kalau yang menggunakannya telah mempunyai keterampilan yang lebih dari memadai dalam penggunaannya. Hal itu menimbulkan kepercayaan pada diri yang menyampaikan.
Dalam menyampaikan pelajaran tidak hanya dengan buku tetapi dengan media yang mendukung agar pesan-pesan pelajaran yang dissampaikan dapat dipahami secara benar, misalnya dengan film dan internet. Film merupakan hasil karya seni yang berasal dari perpaduan banyak unsur, seperti suara, gambar, dan gerak, dll.


DAFTAR PUSTAKA

Hamalik, Oemar, Media Pendidikan, PT Citra Aditya Bakti, Bandung, 1994
Hamid, Abdul-Mustofa, Bisri, Pembelajaran Bahasa Arab (Pendekatan, Metode, Strategi, Materi, dan Media), UIN-Malang Press, Malang, 2008
Hamzah Sulaiman, Amir, Media Audio-Visual, PT Gramedia, Jakarta, 1988
http://www.smkn2pandeglang.net/index.php?option=com_content&view=article&id=66:ranah-pengembangan-teknologi-pembelajaran makalah&catid=34:pendidikan&Itemid=59
http://etno-video-maker.blogspot.com/2009/10/videografiteknik-kamera-video-dan.html
http://zulkarnainidham.blogdetik.com/2009/03/01/makalah-perpustakaan/

Pengembangan Media Audio Visual (B)

Posted by Aa Umar on 8:22 PM with 11 comments
PENGEMBANGAN MEDIA AUDIO VISUAL

Oleh: Kelompok IX (Kelas B)
Doni Anton Firdaus, Khoirul Anwar, Astuti Alawiyah, Latifah


BAB I
PENDAHULUAN

Puji Syukur telah selesainya makalah ini dengan sedemikian rupa yang dapat menambah pengetahuan tentang pengembangan media audio visual dalam hal pendidikan karena merupakan sebuah penunjang dalam hal kegiatan belajar dan mengajar itu sendiri, dan dengan adanya media audio visual di harapakan seorang pendidik menjadi mudah dalam menyampaikan materinya karena sudah di bantu dengan alat- alat audio visual yang sehingganya menjadikan peserta didik menjadi mudah untuk materi yang tadinya di anggap sulit. Dan dengan media audio visual ini setiap materi yang di sampaikan oleh seorang pendidik menjadi sangat menarik dengan adanya gambar dan suara.

Untuk mengetahui perkembangan media audio visual ini maka kami susun pembahasan-pembahasan singkat dan cukup menarik untuk dibaca dan dipahami pada makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.


BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN MEDIA AUDIO VISUAL

Kata MEDIA di ambil dari bahasa latin yaitu Medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Association for educational communication and technology (AECT) suatu organisasi yang bergerak dalam bidang komunikasi pembelajaran mendefinisikan bahwa media adalah segala bentuk yang di gunaka untuk menyalurkan informasi. Pengertia media yang di berikan AECT ini menunjukan bahwa istilah “media” memiliki makna yang sangat umum . ini di sebabakan kata “segala bentuk “ yang terdapat dalam pengertian tersebut memberikan makna bahwa yang di sebut media tidak terbatas pada jenis media tertentu.

Tahun 1970 ditemukan teknologi CCD (Charged Caupled Device) menggantikan tabung citra vidicon. Tidak ada yang meramalkan bahwa di kemudian hari temuan Boyle dan Smith tersebut akan menjadi tonggak yang mempercepat perkembangan teknologi penangkap gambar diam maupun gambar gerak. Kamera foto dan kamera video berkembang sangat pesat berkat penemuan tersebut. Akhirnya hanya tinggal teknik lensa saja yang hampir tidak berubah. Media penyimpan mengalami perkembangan dan melahirkan banyak varian, di antaranya dalam bentuk pita (cassete), cakram (disk), dan memori chip. Dengan demikian sinematografi tidak lagi identik dengan media penyimpan fim/selluloid. Masyarakat mulai risih menyebut gambar hasil tangkapan dengan teknik sinematografi sebagai film karena media penyimpannya memang bukan lagi film. Lalu, apa nama pengganti yang sesuai? Muncullah istilah media audio-visual. CCD yang jauh lebih murah dibanding tabung citra vidicon juga menyebabkan harga kamera menjadi murah, dengan demikian penyebarannya menjadi lebih pesat. Memasyarakatnya kamera video menyebabkan semakin banyaknya objek yang bias dikemas menjadi tayangan video. Dulu hanya film dalam arti film cerita saja yang merupakan karya sinematografi, sekarang berbagai dokumentasi dapat dikemas menjadi tayangan video, dan semua itu memerlukan teknik sinematografi. Fenomena ini mengokohkan penggunaan istilah media audio-visual untuk karya-karyasinematografi.

Pengertian Media audio visual ,Media berarti wadah atau sarana. Dalam bidang komunikasi, istilah media yang sering kita sebut sebenarnya adalah penyebutan singkat dari media komunikasi. Penyebutan audio-visual sebenarnya mengacu pada indra yang menjadi sasaran dari media tersebut. Media audio-visual mengandalkan pendengaran dan penglihatan dari khalayak sasaran (penonton). Produk audio-visual dapat menjadi media dokumentasi dan dapat juga menjadi media komunikasi. Sebagai media dokumentasi tujuan yang lebih utama adalah mendapatkan fakta dari suatu peristiwa. Sedangkan sebagai media komunikasi, sebuah produk audio-visual melibatkan lebih banyak elemen media dan lebih membutuhkan perencanaan agar dapat mengkomunikasikan sesuatu. Film cerita, iklan, media pembelajaran adalah contoh media audio-visual yang lebih menonjolkan fungsi komunikasi. Media dokumentasi sering menjadi salah satu elemen dari media komunikasi. Karena melibatkan banyak elemen media, maka produk audio-visual yang diperuntukkan sebagai media komunikasi kini sering disebut sebagai multimedia.

Pada masyarakat yang masih terbelakang (belum berbudaya baca-tulis) elemen elemen multimedia tidak seluruhnya secara optimal menunjang komunikasi. Masyarakat terbelakang hanya mengenal gambar dan suara. Pada masyarakat modern seluruh elemen multimedia menjadi sangat vital dalam membangun kesatuan dan memperkaya informasi. Suara, teks, gambar statis, animasi dan video harus diperhitungkan sedemikian rupa penampilannya, sehingga dapat menyajikan informasi yang sesuai dengan ciri khas masyarakat modern yakni efektif dan efisien. Untuk kepentingan efektifitas dan efisiensi inilah kemudian muncul istilah multimedia yang bersifat infotainment (informatif sekaligus menghibur) dan multilayer (beberapa lapis tampil pada saat yang sama). Saat menyaksikan tayangan TV masyarakat telah terbiasa melihat sinetron sambil mencermati tambahan berita dalam bentuk teks yang bergerak di bagian bawah layar TV, dan sesekali melirik logo perusahaan TV di pojok atas.

B. MACAM MACAM AUDIO VISUAL

1. MUSIK

Saat ini, industri musik sudah berkembang sangat pesat. Dahulu, terdapat alat musik tradisional yang penggunaannya juga tradisional. Sekarang, untuk menciptakan sebuah musik yang harmonis, cukup dibutuhkan sebuah komputer saja.

Pada tahun 1877, Thomas Alfa Edison menciptakan phonograph. Alat ini digunakan untuk merekam music. Suara yang direkam kemudian dikeluarkan menggunakan alat yang disebut dengan victorila’s trumpted-shaped horn. Pada tahun 1882, alat ini digantikan oleh gramophone yang lebih datar yang diciptakan oleh Emile Berliner. Untuk merekam data, diciptakan mikrofon elektrik yang menggunakan lapisan tipis yang dapat mendeteksi gelombang suara.

Pada tahun 1948, format perekaman telah diperkenalkan, yaitu 33 ½ rpm long playing yang mencapai 23 menit di setiap sisinya dan 45 rpm yang dapat merekam suara dengan kapasitas yang lebih besar dan kualitas yang baik. Format ini berkembang dari format awal yang memiliki kapasitas 78 rpm. Selain perekam elektrik ini, berkembang pula magnetic tape yang bekerja dengan prinsip gelombang magnet yang dihasilkan oleh listrik.

Selain alat perekam tersebut, CD juga mengalami perkembangan, mulai dari piringan hitam, kemudian CD yang dapat mengubah gelombang suara 1 dan 0 dari data komputer, hingga muncul bentuk DVD dengan kapasitas yang lebih banyak dan lebih baik.

Digitalisasi tidak terjadi hanya pada musiknya tetapi juga pada alat pemutarnya. Yang sangat berhasil di pasaran adalah iPod dari Apple. Format yang paling banyak digunakan adalah MP3 atau MPEG-1 Audio Layer 3 karena ukurannya yang kecil membuat pemutar musik dapat menyimpan lebih banyak lagu walaupun kualitasnya standar bahkan dibawah kualitas CD. Kini format mp3 sudah berkembang menjadi MP4 atau MPEG-4, kelebihan dari format ini adalah dapat memutar gambar dan audio sekaligus. Pembajakan online dalam industri rekaman terjadi karena transfer musik dapat dilakukan melalui internet.

2. RADIO

Radio menyampaikan informasi dengan gelombang yang menggunakan energi elektromagnetik. Gelombang ini dapat dideteksi oleh antena penerima sinyal, konduksi elektronik, dan pantulan gelombang. Gelombang radio dibagi menjadi 2 yaitu, AM (Amplitude Modulation) dan FM (Frequency Modulation). AM memiliki jangkauan 100 mil sedangkan FM hanya sekitar 30 mil. Tetapi FM memiliki saluran yang lebih lebar dan jangkauan frekuensi yang lebih luas sehingga suara yang dihasilkan lebih baik. Saat ini, dikenal teknologi Digital Audio Broadcasting (DAB) dimana radio analog berubah menjadi radio digital. DAB ini mengubah suara audio menjadi data yang dapat dibaca komputer. Suara yang dihasilkan juga lebih jernih daripada radio analog, bahkan menyerupai CD. Selain itu, radio dengan teknologi digital ini memiliki banyak kelebihan lain seperti efisiensi daya pancar, serta efisiensi infrastruktur sehingga dapat meminimalisir biaya produksi.

3. FILM

Film pertama kali muncul dalam bentuk gambar bergerak (motion picture) yang ditemukan oleh Eadweard Muybridge’s. Lalu berkembang dengan ditemukannya kinetograph yang merekam tiap frame dalam film dengan silinder berputar yang sangat sensitif terhadap cahaya lalu diputar ke dalam proyektor. Namun film pada masa itu tidak diiringi dengan audio, sehingga disediakan tulisan (text) yang merupakan isi percakapan aktor dan aktris dalam film agar lebih mudah dipahami oleh penonton. Yang berkembang pesat adalah tekonologi surround sound system yang mengacu pada konsep home theatre.

Pada awalnya sebuah film hanya mampu menampilkan 18 hingga 22 frame gambar per-detik dan kemudian sekarang berkembang menjadi 24 frame per-detik. Ukuran film juga sudah lebih lebar dari yang awalnya 16mm berkembang ke 35mm hingga kini 70mm. Dahulu, film masih berwarna hitam dan putih. Film berwarna belum tersedia secara luas hingga munculnya proses CinemaScope tahun 1939, dan akhirnya semua film sudah tampil berwarna pada tahun 1960.
Sejalan dengan perkembangannya, perfilman dunia memasukkan unsur atau efek spesial dalam frame tertentu dengan menggunakan teknologi digital. Teknologi digital yang terdapat dalam film tidak hanya dalam pemasukan efek spesial di adegan tetapi juga pada perangkat pemutar filmnya seperti Digital Light Projector (DLP). Pemutar film dengan teknologi digital lebih mudah untuk dioperasikan tetapi sangat mudah untuk dibajak dan harganya mahal. Inilah yang menyebabkan berbagai bioskop masih menggunakan alat pemutar dengan teknologi analog yang mengemas film dalam bentuk seluloid dengan diameter tertentu.

4. TELEVISI

Sekarang ini, televisi hampir menjadi kebutuhan primer bagi sebagian orang. Padahal dulu televisi merupakan barang mewah. Namun kebutuhan akan informasi dan hiburan yang terdapat dalam diri manusia membuat manusia membutuhkan televisi yang dapat menyediakan kebutuhan manusia tersebut.

Televisi terdiri dari titik-titik yang menghasilkan warna. Titik ini berasal dari benturan partikel yang menabrak layar sehingga menghasilkan gambar yang bergerak. Setiap televisi memiliki standar yang ditetapkan oleh National Television Systems Committee (NTSC) untuk menghasilkan sebuah gambar yang sempurna dari setiap sisinya. Standar yang ditetapkan ini adalah bahwa setiap detik televisi mampu menghasilkan 30 frame dengan dua kali tahap scanning di setiap frame gambar dan 262,5 garis scan. Warna yang dihasilkan oleh televisi terdiri dari tiga warna dasar yaitu merah, biru dan kuning.

Televisi memiliki dua buah frekuensi yaitu Very High Frequency (VHF) dan Ultra High Frequency (UHF). Kedua frekuensi ini telah sama-sama menggunakan satelit dan fiber optic sejak tahun 1970 untuk proses pengiriman informasi baik itu untuk siaran berita ataupun acara lainnya.

Saat ini terdapat televisi layar lebar atau dikenal dengan High Definiton Television (HDTV). Selain itu berkembang pula penyiaran berita secara langsung dengan Electonic News Gathering (ENG) yang merupakan perlengkapan jurnalis melaporkan berita dari lapangan untuk diteruskan ke studio dengan mengirimkan sinyal menggunakan antena yang ada pada mini bus (van) khusus. Televisi digital menggunakan teknologi DBS yaitu sistem yang memberi kode pada transmisi video secara digital lalu diubah kembali pada bentuk analog supaya bisa ditampilkan dalam televisi dengan standar NTSC.

C. FUNGSI DAN KEGUNAAN MEDIA DALAM PEMBELAJARAN

Dalam dunia pendidikan bagi seorang guru apa yang disebut media pembelajaran /alat untuk membantu dalam proses pembelajaran adalah hal biasa, media bagi seorang guru sama fungsinya cangkul bagi seorang petani. Guru yang professional dalam setiap mengajar tidak cukup hanya dengan pandai atau cakap dalam menjelaskan suatu materi kepada anak didiknya namun juga harus diikuti dengan suatu keahlian bagaimana cara menggunakan media atau alat bantu untuk lebih efektifnya proses pembelajaran dengan arti apa yang disampaikan guru lebih mudah dicerna dan dipahami oleh anak didik sesuai dengan definisi pembelajaran yaitu upaya menciptakan kondisi dengan sengaja agar tujuan pembelajaran dapat dipermudah (facilitated) pencapaiannya (Dewi Salma P. Evelina S. 1997). Dalam pembelajaran selain dengan adanya alat bantu juga perlu dipilih strategi yang tepat agar agar tujuan pembelajaran dapat dicapai.yang tentunya pada setiap kegiatan pembelajaran terlebih dahulu harus dirumuskan tujuan pembelajarannya. Tujuan pembelajaran harus bersifat “behavioral” atau berbentuk tingkah laku yang dapat diamati, dan “measurable” atau diukur artinya dapat dengan tepat dinilai apakah tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan pada awal kegiatan pembelajaran itu dapat dicapai atau belum. Disinilah letak pentingnya strategi pembelajaran.

Strategi pembelajaran adalah suatu kondisi yang diciptakan oleh instruktur dengan sengaja seperti metode, sarana prasarana, materi, media dan sebagainya (Dewi Salma P. Evelina S. 1997) dengan menggunakan strategi yang dilengkapi dengan media maka anak didik jadi diberikan kemudahan (difasilitasi) dalam mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan.

Mengapa media pembelajaran dapat dipandang sebagai pilihan (bahkan sebagai suatu keharusan) dalam strategi pembelajaran ?

Dalam perkembangannya mula-mula dikenal suatu gerakan dalam dunia pendidikan yang dinamakan “visual educational “ pada tahun1920-an. Gerakan ini sebenarnya diilhami oleh aliran realism dalam pendidikan pada abad 17 yang di pelopori oleh Johan Amos Comenius yang mengarang buku teks pendidikan pertama yang berjudul ORBIS PICTUS (Dunia dalam gambar).

Comenius melihat betapa sulitnya anak-anak dieropa yang tidak berbahasa latin (misalnya Jerman, prancis, rusia dsb.) untuk belajar bahasa latin. Bagi mereka bahasa latin sangat abstrak karena itu Comenius menulis buku Orbis Pictus .dalam buku tersebut, tiap kata latin yang harus dipelajari diberikan gambar bendanya disamping kata berikut. Dengan demikian bahasa latin yang dipelajari oleh anak-anak menjadilebih nyata/kongkrit dan mudahdiingat. Aliran ealism inilah yang mendorong timbulnya aliran / gerakan “visual education” dimana guru harus menggunakan gambar-gambar untuk memperjelas apayang diajarkannya.

Dengan ditemukannya radio pada tahun 1930-an muncul gerakan “audiovisual education”yang menekankan pentingnya penggunaan audiovisual dalam pembelajaran. Disinilah mulai dikenal AVA (Audio Visual Aids) yaitu alat peraga yang menyajikan bahan-bahan visual dan audio untuk memperjelas apa yang disampaikan guru kepada murid. Jadi peranan AVA disini adalah untuk membantu guru dalam menyampaikan pelajaran kepada murid agar pelajaran menjadi lebih jelas dan konkrit. Karena itu juga disebut “ Teaching Aids” (Alat untuk membantu guru dalammengajar).

Perkembangan berikutnya terjadipada tahun 1950-an dimana pendidikan dipandang sebagai suatu proses komunikasi. Tomas dan Weaver pada tahun 1944 menciptakan suatu model komunikasi untuk kegiatan elektronika dan dalam kawasan matematika sehingga munculah istilah “ Audiovisual Communication”. Selanjutnyamunculistilah “ Educational Communication” dan kemudian “Educational Media” semuanya menampilkan fungsi baru yaitu komunikasi dalampenggunaan media.

Dalam sejarah singkat diatas menyebutkan bahwa terdapat dua fungsi media pembelajaran,
yaitu :

1. Fungsi AVA (Audio Visual Aids) berfungsi untuk memberikan pengalaman yang konkrit kepada siswa dengan menggunakan media suara dan gambar sehingga siswa akan lebih mudah memahami atau mengerti apa yang disampaikan oleh guru.

2. Fungsi Komunikasi.

Media (Flural) berasal darikata medium(Singular) yang artinya inbetween” (diantara). Jadi media berada ditengah (diantara) dua hal yaitu yang menulis / membuat media (dalam komunikasi disebut komunikator / sumber /source) dan orang yang menerima (membaca, melihat dan mendengar ) media (dalam komunikasi disebut receiver, penerima, audiensi atau komunikan) media yang dibuat (ditulis dalam bentuk modul dll., dibuat dalam bentuk film slide, OHP dsb.) memuat pesan (message) yang akan disampaikan(ditransmisikan) kepada penerima. Dalam komunikasi tatapmuka (face to face communication) pembicara
(kommunikator) langsung berhadapan dalam menyampaikan pesannya kepada penerima
(audience). Dengan meletakan pesan yang hendak disampaikan kedalam suatu format media tertentu (buku, film, slide, dsb). Yang dinamakan kegiatan encoding.

Kegunaan media komunikasi dalam pembelajaran selain untuk menyajikan pesan, sebenarnya ada beberapa fungsi lain yang dapat dilakukan oleh media. Namun jarang sekali ditemukan seluruh fungsi tersebut dipenuhi oleh media komunikasi dalam suatu system pembelajaran. Fungsi-fungsi tersebut antara lain.

1. Memberikan pengetahuan tentang tujuan belajar

2. Memotipadi siswa

3. Menyajikan informasi

4. Merangsang diskusi

5. Mengarahkan kegiatan siswa

6. Melaksanakan latihan dan ulangan

7. Menguatkan belajar

8. Memberikan pengalaman simulasi.


BAB III
KESIMPULAN

Pengertia media yang di berikan AECT ini menunjukan bahwa istilah “media” memiliki makna yang sangat umum . ini di sebabakan kata “segala bentuk “ yang terdapat dalam pengertian tersebut memberikan makna bahwa yang di sebut media tidak terbatas pada jenis media tertentu.

Macam macam audio visual adalah :
1. Musik
2. Radio
3. Film
4. Televisi

Fungsi audio visual adalah untuk membantu seorang pendidik untuk lebih membantu dalam menyampaikan materi yang akan di ajarkan, sehingga murid dapat dengan mudah untuk menyerap apa yang di sampaikan seorang pendidik.