Friday, December 23, 2016

Diskusi: PENGENALAN E-LEARNING BERBASIS WEB

Posted by Aa Umar on 4:50 PM with 9 comments
PENGENALAN E-LEARNING BERBASIS WEB

Oleh: Dekky Kurniawan,  Arbain Dewi Anjarwati, Yeni Agustina


PENDAHULUAN

Dunia Pendidikan telah mengalami kemajuan yang sangat pesat seiring dengan kemajuan Teknologi Informasi. Metode pendidikan lama atau konvensional dirasakan menjadi kurang efektif karena terbatas kepada masalah ruang dan waktu. Teknologi Informasi menawarkan metode pendidikan baru yaitu metode e-Learning.

Sistem pembelajaran elektronik atau yang sering di sebut dengan sistem pembelajaran e-learning merupakan cara baru dalam proses belajar mengajar. e-learning merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi dan di dampingi dengan berkembangnya teknologi internet memberikan nuasa system pembelajaran jarak jauh yang lebih terbuka lagi. System pembelajaran yang berbasis web yang popular dengan sebutan electronic learning (e-learning), web-based training (WBT) atau kadang disebut web-based education (WBE), m-learning (mobile learning) dan lain-lain.

Keunggulan belajar jarak jauh yang ditawarkan oleh teknologi ini adalah akses kesumber belajar semakin tebuka dan luas, cepat dan tidak terbatas pada ruang waktu. Kegiatan pembelajaran dapat dengan mudah  oleh dosen dan mahasiswa, kapan saja dan dimana saja dengan rasa nyaman dan menyenangkan. Batasan ruang, waktu dan jarak tidak lagi menjadi masalah rumit untuk dipecahkan. Melalui teknologi e-learning dosen dan mahasiswa dapat melakukan konferensi, diskusi, konsultasi secara elektronik (electronic conference) tanpa hasru bertemu disuatu tempat.

Pemanfaatan e-learning diharapkan dapat memotivasi peningkatan kualitas pembelajaran dan materi ajar, kualitas aktivitas dan kemandirian mahasiswa, serta komunikasi antara dosen dengan mahasiswa maupun antar mahasiswa.

PEMBAHASAN

A.    Konsep dasar e-learning

E-Learning merupakan alternative model pembelajaran yang  memberikan banyak kemanfaatan bagi guru dan pebelajar.

Guru dan pebelajar bisa melakukan interaksi pembelajaran tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Selama ini, sebagian orang hanya mengenal nama e-Learning tapi kurang memahami apa dan kenapa itu sebenarnya dibuat. Oleh sebab itu mari kita bahas lebih dalam mengenai apa itu e-learning.

1.    Pengertian e-learning

Definisi Istilah e‐Learning mengandung pengertian yang sangat luas, sehingga banyak pakar yang menguraikan tentang definisi e‐Learning dari berbagai sudut pandang. Salah satu definisi yang dikutip dari :

Darin E. Hartley yang menyatakan: e‐Learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media Internet, Intranet atau media jaringan komputer lain.

Chandrawati menyatakan bahwa e-learning merupakan Proses pembelajaran jarak jauh dengan menggabungkan prinsip-prinsip dalam proses pembelajaran dengan teknologi.   

Michael menyatakan e-learning merupakan Pembelajaran yang disusun dengan menggunakan sistem elektronik atau komputer sehingga mampu mendukung proses pembelajaran.

Ardiansyah menjelaskan bahwa e-learning merupakan Sistem pembelajaran yang digunakan sebagai sarana untuk proses belajar mengajar yang dilaksanakan tanpa harus bertatap muka secara langsung antara guru dengan siswa.

Dari beberapa pendapat kami mengambil kesimpulan bahwa sistem pembelajaran e-learning adalah suatu sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi yang memungkinkan siswa dan guru tidak bertemu secara langsung dalam proses belajar mengajar.

2.    Hakikat e-learning

E-Lerning terdiri dari dua bagian yaitu : “ E “ yang merupakan singkatan dari “ elektronic “ dan “ Learning “ yang berarti pembelajaran dengan menggunakan jasa bantuan perangkat elektronik, khusunya perangkat komputer. Karena itu e-learning sering disebut pula dengan online course . Dengan kata lain e-learning atau pembelajaran melalui online adalah pembelajaran yang pelaksanannya didukung oleh jasa teknologi seperti telepon, audio, vidio tape, transmisi satelit atau komputer. Online curse adalah bagaimana cara memanfaatkan ICT untuk pendidikan jarak jauh agar mereka yang menginginkan pendidikan bisa lebih banyak yang di jangkau.

Menurut Andriani (2003:305) e-learning merupakan bentuk pembelajaran jarak jauh (PJJ). Yang memanfaatkan teknologi telekomunikasi dan informasi, misalnya internet, video / audiobrodcasting, video / audioconferencing, CD-Rom (Synchronus dan asynchronus).

Menurut Allan J. Henderson, e-learning adalah pembelajaran jarak jauh yang menggunakan teknologi komputer, atau biasanya Internet (The e-learning Question and Answer Book, 2003).

Henderson menambahkan juga bahwa e-learning memungkinkan pembelajar untuk bAelajar melalui komputer di tempat mereka masing-masing tanpa harus secara fisik pergi mengikuti pelajaran di kelas.

William Horton menjelaskan bahwa e-learning merupakan pembelajaran berbasis web (yang bisa diakses dari Internet).

Dengan demikian maka e-learning atau pembelajaran melalui online adalah pembelajaran yang pelaksanaan nya didukung oleh jasa teknologi seperti telepon, audio, videotape, transmisi satelit atau komputer.

Dengan demikian kami menyimpulkan bahwa e-learning atau pembelajaran melalui online adalah pembelajaran yang pelaksanaan nya didukung oleh jasa teknologi seperti telepon, audio, videotape, transmisi satelit atau komputer.

3.    Karakteristik e-learning

Suatu sistem pembelajaran pastilah memiliki sebuah karakteristik untuk membedakan sistem tersebut dengan sistem yang lain, begitu pula dengan sistem pembelajaran e-learning yang di canangkan menjadi suatu sistem pembelajaran di masa depan.

Menurut Rosenberg karakteristik E-learning bersifat jaringan, yang membuatnya mampu memperbaiki secara cepat, menyimpan atau memunculkan kembali, mendistribusikan, dan sharing pembelajaran dan informasi.

Ada pun Karakteristik e-learning yang kami rangkum dari beberapa sumber lain yaitu:

a.    Memanfaatkan jasa teknologi elektronik (informasi dan komunikasi); di mana guru dan siswa, siswa dan sesama siswa atau guru dan sesama guru dapat berkomunikasi dengan relatif mudah dengan tanpa dibatasi oleh hal-hal yang protokoler. Teknologi yang digunakan dapat berupa internet sehingga penyampaian pesan dan komunikasi antara pebelajar dengan pebelajar, pebelajar dengan pembelajar, dan pembelajar dengan pembelajar dapat dilakukan secara mudah dan cepat.
b.    Memanfaatkan keunggulan komputer (digital media dan computer networks).
c.    Menggunakan bahan pelajaran yang bersifat mandiri (self learning materials) disimpan di komputer sehingga dapat diakses oleh guru dan siswa kapan saja dan di mana saja bila yang bersangkutan memerlukannya. Dengan menggunakan e-learning, pebelajar dituntut untuk melepaskan ketergantungannya terhadap pembelajar karena pembelajaran tidak dilakukan secara langsung.
d.    Materi pembelajaran dapat disimpan di komputer.
e.    Memanfaatkan komputer untuk proses pembelajaran dan juga mengetahui hasil kemajuan belajar, administrasi pendidikan, serta untuk mengetahui informasi yang banyak dari berbagai sumber informasi.

Dari beberapa karakteristik ini, diperoleh pengetahuan bahwa pengembangan ELearning tidak semata-mata hanya menyajikan materi pelajaran secara online saja, namun harus komunikatif dan menarik. Materi pelajaran didesain seolah siswa belajar di hadapan guru melalui layar komputer yang dihubungkan melalui jaringan internet. Untuk dapat menghasilkan E-Learning yang menarik dan diminati.

B.    Manfaat e-learning berbasis web


Pemanfaatan e-learning tidak terlepas dari jasa internet . Karena teknik pembeljaran yang tersedia di internet begitu lengkap, maka hal ini akan mempengaruhi terhadap tugas guru dalam peroses pembelajaran.

Dari berbagai pengalaman dan juga berbagai informasi yang tersedia di literatur memberikan petunjuk tentang manfaat penggunaan internet, khusunya dalam pendidikan terbuka dan jarak jauh, antara lain dapat disebutkan sebagai berikut :

1.    Tersedianya fasilitas e-moderating di mana guru dan siswa dapat berkomunikasi secra mudah melalui fasalitas internet secara reguler atau kapan saja kegiatan berkomunikasi itu dilakukan dengan tanpa di batasi oleh jarak, tempat dan waktu.
2.    Guru dan siswa dapat menggunakan bahan ajar atau petunjuk belajar yang terstruktur dan terjadwal melalui internet, sehungga keduanya bisa salinh menilai sampai berapa jauh bahan ajar dipelajari.
3.    Siswa dapat belajar atau mereview bahan ajar setiap saat dan dimana saja kalau diperlukan mengingat bahan ajar tersimpan di komputer.
4.    Bila sisiwa memerlukan tambahan informasi yang berkaitan dengan bahan yang dipelajarinya, ia dapat melakukan akses di internet.
5.    Baik guru maupun siswa dapat melakukan diskusi melalui internet yang dapat diikuti dengan jumlah peserta yang banyak, sehingga menambah ilmu pengetahuan dan wawasan yang lebih luas.
6.    Berubahnya peran siswa dari yang biasanya pasif menjadi aktif.
7.    Relatif lebih efisien misalnya bagi mereka yang tinggal jauh dari perguruan tinggi atau atau sekolah konvensional, bagi mereka yang sibuk bekerja, bagi mereka yang bertugas di kapal, di luar negeri dan, sebagainya.

Dari sumber di atas kami menyimpulkan bahwa Manfaat E-learning adalah:

1.    Fleksibel. E-learning memberi fleksibilitas dalam memilih waktu dan tempat untuk mengakses perjalanan.
2.    Belajar Mandiri. E-learning memberi kesempatan bagi pembelajar secara mandiri memegang kendali atas keberhasilan belajar.
3.    Efisiensi Biaya. E-learning memberi efisiensi biaya bagi administrasi penyelenggara, efisiensi penyediaan sarana dan fasilitas fisik untuk belajar dan efisiensi biaya bagi pembelajar adalah biaya transportasi dan akomodasi.   

C.    Mengelola pengetahuan melalui e-learning (Knowledge management)

Berbicara mengenai pengetahuan pasti tak lepas dari kata ilmu. Bila ilmu diartikan sebagai pengetahuan yang disusun secara logis dan sistematis, maka pengetahuan bisa di artikan sebagai sesuatu yang diketahui melalui pancaindra dan pengolahan yang di lakukan oleh pikiran. Semua orang membutuhkan pengetahuan untuk menjalani kehidupan mereka secara baik. Francis Bacon pada abad ke – 15 mengungkapkan bahwa “knowledge is a power”. Bill Gates membuktikan kekuatan ilmu pengetahuan tersebut pada abad ke  –  20 melalui kemunculan Microsoft. Lompatan besar dalam knowledge ini mendongkrak kebangkitan teknologi informasi seperti Intel, IBM, Cisco, Lucent, dan Dell. Peter F. Drucker membenarkan pentingnya knowledge yang membawa perubahan besar pada kemajuan dunia modern. Untuk memperoleh sebuah pengetahuan, seseorang harus melewati proses belajar, mencari, mengamati, dan menganalisis suatu ilmu. Memang tidak mudah mendapatkan pengetahuan yang kita inginkan dan semua itu perlu adanya semangat, ke inginan, tekat, biaya, waktu dan tempat yang baik untuk memperoleh pengetahuan yang baik pula. Kita harus pandai dalam mengatur atau membuat manajemen proses dalam mendapatkan pengetahuan atau sekarang di sebut dengan manajemen pengetahuan.  Istilah knowledge management (KM) atau manajemen pengetahuan, pertama kali diperkenalkan pada tahun 1986, dalam konferensi manajemen Eropa.

Sampai saat ini belum ada definisi tunggal yang disepakati secara internasional mengenai KM. Tiap ahli mempunyai pengertian dan penekanan yang berbeda dalam mendefinisikan KM.

Beberapa definisi mengenai KM yang ada dalam literatur diantaranya:

Nonaka & Takeuchi (1994): KM adalah alat manajemen yang membenarkan keyakinan bahwa pengetahuan menjadi aset untuk meningkatkan kapasitas organisasi agar mampu bekerja lebih efektif.

Anderson dan APQC (1996): KM merupakan sebuah proses pembelajaran orang dalam menggunakan informasi.

Karl Erik Sveiby (1997) menjelaskan bahwa KM adalah sebuah seni untuk menciptakan nilai organisasi dari aset intangible yang dimilikinya.

Delphi (1998): KM merupakan praktik dan teknologi untuk memfasilitasi proses penciptaan dan pembagian pengetahuan.

Davenport dan Prusak (1998) mendefinisikan KM sebagai sebuah upaya untuk mencatat pengetahuan eksplisit faktual dan pengetahuan taksit yang ada di dalam perusahaan untuk mencapai objektif bisnis.

Newman dan COnrad (1999), menyatakan KM adalah suatu disiplin yang mencari peningkatan kinerja individual dan organisasi, dengan mengelola dan mengungkit nilai saat ini dan nilai yang akan datang dari aset pengetahuan.

Harvard College (1999) menjelaskan KM sebagai suatu proses terhormat dan terarah dalam mencerna informasi yang telah dimiliki suatu perusahaan, dan mencari apa yang dibutuhkan oleh masing-masing individu di dalam perusahaan tersebut, untuk kemudian memfasilitasinya agar mudah diakses dan selalu tersedia bilamana dibutuhkan.

Dari seluruh pendapat dapat kami simpulkan bahwa “knowledge management merupakan proses untuk menemukan, memilih, mengorganisasikan, menyarikan dan menyajikan pengetahuan dengan cara sistematik, sehingga para pelajar mampu memanfaatkan dan meningkatkan penguasaan pengetahuan dalam suatu bidang kajian yang spesifik, untuk kemudian ada proses institusionalisasi agar pengetahuan yang diciptakan menjadi pengetahuan yang bermanfaat”.

Lalu bagaimana cara mengelolah pengetahuan melalui e-learning. dengan e-learning kita dapat mengatur atau mengelolah bagaimana dan seperti apa cara memperoleh pengetahuan, karena di dalam proses e-learning pelajar dapat  memilih waktu dan tempat untuk mengakses perjalanan sehingga memberi kesempatan bagi pembelajar secara mandiri memegang kendali atas keberhasilan belajarnya.

D.    Strategi pembelajaran melalui e-learning

Strategi penggunaan e-learning untuk menunjang pelaksanaan proses belajar, diharapkan dapat meningkatkan daya serap dari mahasiswa atas materi yang diajarkan; meningkatkan partisipasi aktif dari mahasiswa; meningkatkan kemampuan belajar mandiri mahasiswa; meningkatkan kualitas materi pendidikan dan pelatihan, meningkatkan kemampuan menampilkan informasi dengan perangkat teknologi informasi, dengan perangkat biasa sulit untuk dilakukan; memperluas daya jangkau proses belajar-mengajar dengan menggunakan jaringan komputer, tidak terbatas pada ruang dan waktu. Untuk mencapai hal-hal tersebut di atas, dalam pengembangan suatu aplikasi e-learning perlu diperhatikan bahwa materi yang ditampilkan harus menunjang penyampaian informasi yang benar, tidak hanya mengutamakan sisi keindahan saja; memperhatikan dengan seksama teknik belajar-mengajar yang digunakan; memperhatikan teknik evaluasi kemajuan mahasiswa dan penyimpanan data kemajuan mahasiswa.

Materi dari pendidikan dan pelatihan dapat diambil dari sumber-sumber yang valid dan dengan teknologi e-learning, materi bahkan dapat diproduksi berdasarkan sumber dari tenaga-tenaga ahli (experts). Misalnya, tampilan video digital yang menampilkan seorang ahli mekanik menunjukkan bagaimana caranya memperbaiki suatu bagian dari mesin mobil. Dengan animasi 3 dimensi dapat ditunjukkan bagaimana cara kerja dari mesin otomotif dua langkah.

Ada beberapa strategi pengajaran yang dapat diterapkan dengan menggunakan teknologi e-learning adalah sebagai berikut :

1.    Learning by doing. Simulasi belajar dengan melakukan apa yang hendak dipelajari; contohnya adalah simulator penerbangan (flight simulator), dimana seorang calon penerbang dapat dilatih untuk melakukan penerbangan suatu pesawat tertentu seperti ia berlatih dengan pesawat yang sesungguhnya
2.    Incidental learning. Mempelajari sesuatu secara tidak langsung. Tidak semua hal menarik untuk dipelajari, oleh karena itu dengan strategi ini seorang mahasiswa dapat mempelajari sesuatu melalui hal lain yang lebih menarik, dan diharapkan informasi yang sebenarnya dapat diserap secara tidak langsung. Misalnya mempelajari geografi dengan cara melakukan “perjalanan maya” ke daerah-daerah wisata.
3.    Learning by reflection. Mempelajari sesuatu dengan mengembangkan ide/gagasan tentang subyek yang hendak dipelajari. Mahasiswa didorong untuk mengembangkan suatu ide/gagasan dengan cara memberikan informasi awal dan aplikasi akan “mendengarkan” dan memproses masukan ide/gagasan dari mahasiswa untuk kemudian diberikan informasi lanjutan berdasarkan masukan dari mahasiswa.
4.    Case-based learning. Mempelajari sesuatu berdasarkan kasus-kasus yang telah terjadi mengenai subyek yang hendak dipelajari. Strategi ini tergantung kepada nara sumber ahli dan kasus-kasus yang dapat dikumpulkan tentang materi yang hendak dipelajari. Mahasiswa dapat mempelajari suatu materi dengan cara menyerap informasi dari nara sumber ahli tentang kasus-kasus yang telah terjadi atas materi tersebut.
5.    Learning by exploring. Mempelajari sesuatu dengan cara melakukan eksplorasi terhadap subyek yang hendak dipelajari. Mahasiswa didorong untuk memahami suatu materi dengan cara melakukan eksplorasi mandiri atas materi tersebut. Aplikasi harus menyediakan informasi yang cukup untuk mengakomodasi eksplorasi dari mahasiswa. Mempelajari sesuatu dengan cara menetapkan suatu sasaran yang hendak dicapai (goal-directed learning). Mahasiswa diposisikan dalam sebagai seseorang yang harus mencapai tujuan/sasaran dan aplikasi menyediakan fasilitas yang diperlukan dalam melakukan hal tersebut. Mahasiswa kemudian menyusun strategi mandiri untuk mencapai tujuan tersebut.

E.    Pengenalan Learning Management System (LMS)

Dalam proses penyelenggaraan e‐Learning, maka dibutuhkan sebuah Learning Management System (LMS), yang berfungsi untuk mengatur tata laksana penyelenggaraan pembelajaran di dalam model e‐Learning. Sering juga LMS dikenal sebagai CMS (Course Management System).

CMS are web applications, meaning that they run on a server and are accessed by using a web browser.

Jadi pada dasarnya CMS dibangun berbasi web, sebuah web browser. yang akan berjalan pada sebuah web server dan dapat diakses oleh pesertanya melalui web browser (web client). Server biasanya ditempatkan di universitas atau lembaga lainnya, yang dapat diakses darimanapun oleh pesertanya, dengan memanfaatkan koneksi internet.

Pada umumnya, secara dasar CMS memberikan sebuah tool bagi instruktur, educator atau pendidik untuk membuat website pendidikan dan mengatur akses kontrol, sehingga hanya peserta yang terdaftar yang dapat mengakses dan melihatnya. Selain menyediakan pengontrolan, CMS juga menyediakan barbagai tools yang menjadikan pembelajaran lebih efektif dan efisien, seperti menyediakan layanan untuk mempermudah upload dan share material pengejaran, diskusi onlie, chatting, pnyelenggaraan kuis, survey, laporan (report) dan sebagainya.

Jason Cole mengungkapkan bahwa secara umum, fungsi‐fungsi yang harus terdapat pada sebuah LMS/ CMS antara lain:

1.    Uploading and sharing materials

Umumnya LMS/CMS menyediakan layanan untuk mempemudah proses publikasi konten. Dengan menggunakan editor HTML, kemudian mengirim dokumen melalui FTP server, sehingga dengan demikian mempermudah instruktur untuk menempatkan materi ajarnya sesuai dengan silabus yang mereka buat. Kebanyak instruktur mengupload silabus perkuliahan, catatan materi, penilaian dan artikel‐artikel siswa kapanpun dan dimanapun mereka berada.

2.    Forums and chats

Forum online dan chatting menyediakan layanan komunikasi dua arah antara isntruktur dengan pesertanya, baika dilakukan secara sinkron (chat) maupun asinkron (froum, email). Sehingga dengan fasilitas ini, memungkinkan bagi siswa untuk menulis tanggapannya, dan mendiskusikannya dengan teman‐temannya yang lain.

3.    Quizzes and surveys

Kuis dan survey secara online dapat digunakan untuk memberikan grade secara instan bagi peserta kursus. Hal ini merupakan tool yang sangat bai digunakan untuk mendapatkan respon (feedback) langsung dari siswa yang sesuai dengan kemapuan dan daya serap yang mereka miliki. Proses ini dapat juga dilakukan dengan membangun sebuah bak soal, yang kemudian semua soal tersebut dapat di generate secara acak untuk muncul dalam kuis.

4.    Gathering and reviewing assignments

Proses pemberian nilai dan skoring kepada siswa dapat juga dilakukan secara online dengan bantuan LMS/ CMS ini.

5.    Recording grades

Fungsi lain dari LMS/ CMS adalah melakukan perekaman data grade siswa secara otomatis, sesuai konfigurasi dan pengaturan yang dilakukan oleh instruktur dari awal perkuliahan dilaksanakan.

Ada beberapa alasan kuat, sehingga menjadikan Moodle sebagai salah satu LMS/ CMS yang populer digunakan oleh banyak institusi pendidikan, antara lain :

1)      Free dan Open Source

Moodle bernaung dibawah bendera open source, sehingga dengan demikian semua orang dapat memodifikasinya sesuai dengan kebutuhan dari institusi yang menggunakannya. Moodle disistribusikan secara gratis, sehingga tidak membutuhkan sedikitpun dana untuk membeli aplikasinya, kecuali dana yang dibutuhkan untuk membayar bandwidth yang terpakai untuk mendownload 17 MB master Moodle.

2)      Ukuran kecil, kemampuan maksimal

Dengan ukuran yang kecil (sekitar 17 MB untuk versi Moodle 1.9), namun mampu mengola aktifitas kegiatan akademik dan pembelajaran hingga seukuran sebuah universitas dengan jumlah
mahasiswa sekitar 50.000 orang.

3)      Dilandasi oleh educational Philosophy

Moodle tidak dibangun oleh seorang computer scientist murni, tetapi berdasarkan kepada pengalaman dan latar belakang pendidikan dalam bidang ilmu pendidikan. Sehingga Moodle mampu mengakomodir hampir semua kebutuhan pendidikan konvensional yang ditransfer dalam wujud online learning.

4)      Mempunyai Komunitas yang besar dan saling berbagi.

Komunitas pengguna Moodle tergabung dalam suatu organisasi yang bernaung dibawah bendera www.moodle.org. Salah satu aplikasi e-learning berbasis web yaitu Moodle (Modular Object-Oriented Dynamic Learning Environment)

Jadi dapat kami simpulkan bahwa aplikasi LMS (Learning Management System)merupakan sistem e-learning berbasiskan web yang paling populer dan banyak dipakai untuk membangun aplikasi e-learning dan Moodle merupakan software open-source disediakan secara bebas, dapat diinstall dan dikembangkan dengan gratis.
Pendapat Anda?

9 comments:

  1. Kali ini kita akan berdiskusi seputar Pengenalan e-Learning Berbasis Web. Materi diskusi kali ini juga sekaligus penutup diskusi online pada matakuliah Media Pembelajran pada semester ini.

    Untuk itu perlu saya sampaikan hal-hal terkait pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) sebagai berikut:

    1. Soal UAS telah saya kirimkan ke email masing-masing kelompok atas nama pengirim makalah.
    2. Bila terdapat kelompok yang belum menerima kiriman Soal UAS tersebut, silahkan berkoordinasi dengan kelompok lain yang telah mendapatkan soal.
    3. Petunjuk Teknis Pelaksanaan dapat dibaca pada halaman pertama soal UAS tersebut.

    Selamat Berdiskusi dan mengerjakan Soal UAS...
    Semoga Suksess...

    ReplyDelete
  2. berdasarkan materi yang telah di sampaikan diatas, saya ingin bertanya, adakah karakteristik yang perlu di capai untuk membuktikan apakah pembelajaran E-learning berbasis web ini berhasil di terapkan dalam proses pembelajaran atau tidak? terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Assalamualaikum Wr.Wb
      Baiklah saya akan mencoba menjawab pertanyaan dari saudari Ivo

      Karakteristik yang perlu dicapai untuk membuktikan pembelajaran E-learning berbasis web berhasil di terapkan dalam proses pembelajaran atau tidak ?
      baiklah mengacu pada pertanyaan tersebut maka kita harus melihat terlebih dahulu bagaimana cara mengelolah pengetahuan melalui e-learning. dengan e-learning kita dapat mengatur atau mengelolah bagaimana dan seperti apa cara memperoleh pengetahuan, karena di dalam proses e-learning pelajar dapat memilih waktu dan tempat untuk mengakses perjalanan sehingga memberi kesempatan bagi pembelajar secara mandiri memegang kendali atas keberhasilan belajarnya.
      jadi dalam proses belajar, diharapkan dapat meningkatkan daya serap dari mahasiswa atas materi yang diajarkan dam ketika meningkatnya partisipasi aktif dari mahasiswa dan meningkatnya kemampuan belajar mandiri mahasiswa maka pembelajaran E-Learning Berbasis web ini dapat dikatakan Berhasil.
      Teriakasih
      Wassalamualaikum Wr.Wb

      Delete
  3. 13108347 Rosita Oktayani
    Assalamualaikum, wr.wb.
    Setelah memahami materi diatas, saya ingin menanyakan tentang kekurangan dari pembelajaran melalui E-learning berbasis web dan tolong kalian jelaskan bagaimana solusi yang tepat untuk mengatasi kelemahan dari itu, agar pebelajar tertarik untuk mengaplikasikan pembelajaran melalui E-learning tersebut.
    Terima kasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Assalamualaikum Wr.Wb
      baikalah saya akan menjawab pertanyaan dari saudari rosita

      Menurut Saya pribadi kekurangan dari pembelajaran melalui E-Learning adalah Pertama adalah Pembelajaran Hanya akan efektif jika digunakan satu orang atau kelompok kecil. Namun Kelemahan ini sudah diatasi karena saat ini pengadaan komputer sangat mudah.
      Yang kedua adalah Jika tampilan fisik isi pembelajaran tidak dirancang dengan baik atau hanya merupakan tampilan seperti pada buku teks biasa, pembelajaran melalui media komputer tidak akan mampu meningkatkan motivasi belajar siswa (siswa cepat bosan).
      Dan yang terakhir Sebagian besar guru yang tidak memahami aplikasi program komputer tidak dapat merancang pembelajaran lewat media komputer, maka ia harus bekerja sama dengan ahli program komputer grafis, juru kamera dan teknisi komputer dan hal ini merupakan hal yang pokok untuk di perbaiki karena guru merupakan hal utama agar pembelajaran E-Learning ini dapat berjalan dengan baik.
      Terimakasih
      Wassalamualaikum Wr.Wb

      Delete
  4. Assalamualaikum wr.wb
    Dari paparan di atas telah di sebutkan beberapa manfaat e-learning yang dapat di rasakan oleh pembelajar dan juga guru nya. Lalu menurut Anda adakah kelemahan atau kekurangan dari media pembelajaran berbasis web ini?
    Wassalamualaikum, wr wb

    ReplyDelete
  5. 13106627 ARBAIN DEWI ANJARWATITuesday, December 27, 2016 9:39:00 PM

    Terima kasih atas pertanyaannya Saundra Rudiyanto, yaitu adakah kelemahan atau kekurangan dari media pembelajaran berbasis web. Dalam setiap pembelajaran pasti ada kekurangan dan kelibihan adapun kelemahannya pembelajaran berbasis web adalah:
    1. Keberhasilan pembelajaran berbasis web bergantung pada kemandirian dan motivasi peserta didik.
    2. Akses untuk mengikuti pembelajaran menggunakan web sering menjadi masalah bagi peserta didik.
    3.peseeta didik akan cepat bosan dan jenuh karena tidak dapat mengakses informasi karena peralatan yang kurang memadai.
    4. Peserta didik merasa terisolasi.
    5. Dibutuhkan panduan bagi peaerta didik untuk mencari informasi yang relevan, karena informasi yang terdapat dalam web sangat beragam.

    ReplyDelete
  6. 13107917 NUR BAITI

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Berdasarkan materi yang telah disampaikan, bagaimana agar E-Learning dapat dipergunakan oleh semua kalangan peserta didik (baik dari desa terpencil maupun kota yang telah maju) secara efektif dalam setiap materi pembelajaran?

    Terimakasih
    Wassalamualaikum,wr.wb.

    ReplyDelete
  7. ini kisah nyata saya . . . .

    perkenalkan nama saya wanda hamidah, saya berasal dari kota Bandung saya bekerja sebagai seorang karyawan di salah satu perusaan Yogyakarta.dimana saya sudah hampir kurang lebih tiga tahun lamanya saya bekerja di perusaan itu.

    Keinginan saya dan impian saya yang paling tinggi adalah ingin mempunyai usaha atau toko sendiri,namun jika hanya mengandalkan gaji yah mungkin butuh waktu yang sangat lama dimana belum biaya kontrakan dan utan yang menumpuk justru akan semakin sulit dan semakin lama impian itu tidak akan terwujud

    saya coba" buka internet dan saya lihat postingan orang yg sukses di bantu oleh seorang kyai dari sana saya coba menghubungi beliau, awalnya saya sms terus saya di suruh telpon balik disitulah awal kesuksesan saya.jika anda ingin mendapat jalan yang mudah untuk SOLUSI MUDAH, CEPAT LUNASI UTANG ANDA, DAN MASALAH EKONOMI YG LAIN, TANPA PERLU RITUAL, PUASA DLL. lewat sebuah bantuan penarikan dana ghoib oleh seorang kyai pimpinan pondok pesantren shohibul Qur’an. dan akhirnya saya pun mencoba menghubungi beliyau dengan maksut yang sama untuk impian saya dan membayar hutang hutang saya.puji syukur kepada tuhan yang maha esa melalui bantuan beliau.kini sy buka usaha distro di bandung.
    Sekali lagi Saya mau mengucapkan banyak terimah kasih kepada K.h. Muh. Safrijal atas bantuannya untuk mencapai impian saya sekarang ini. Untuk penjelsan lebis jelasnya silahkan >>>>>>>>KLIK SOLUSI TEPAT DISINI<<<<<<<<<
    Anda tak perlu ragu atau tertipu dan dikejar hutang lagi, Kini saya berbagi pengalaman sudah saya rasakan dan buktikan. Semoga bermanfaat. Amin..

    ReplyDelete